Serunya Travelling Wisata Kesehatan di Penang Bersama Malaysia Healthcare

Senang sekali bisa menjadi bagian dari salah satu tim Blogger yang mewakili kota Bandung untuk berkunjung ke Georgetown, Penang pada tanggal 13 Oktober – 16 Oktober 2019 dan menjalani pengalaman wisata kesehatan yang ditawarkan oleh Malaysia Healthcare. Ini bukan kali pertama saya travelling ke Penang, sudah pernah sebulan sebelumnya mengantar Ibu saya untuk berobat ke Penang, dan pulang ke Indonesia membawa hasil yang baik setelah perawatan di salah satu rumah sakit di Penang. Jadi ketika ada undangan dari Malaysia Healthcare, saya langsung excited, karena sudah mengalami sendiribagaimana bagusnya rumah sakit dan perawatan di sana. Selain itu kurs Malaysia juga lebih murah dibandingkan negara tetangga lainnya, wisata kuliner dan shopping juga menjadi lebih menyenangkan.

 

Perjalanan saya dimulai dengan keberangkatan pesawat tim blogger dan media dari Bandara Soekarno Hatta menuju Penang International Airport pk. 06.20 di hari Minggu yang cerah. Tim dari Image Dynamics juga sangat tanggap dalam mengurus keperluan dari sebelum berangkat sampai setibanya di Penang International Airport. 

 

Kami, para blogger juga awak media dijemput dan disambut ramah oleh Farah Delah Suhaimi atau yang kami panggil Kak Farah, sebagai Director Market Development Indonesia, juga para staf Malaysia Healthcare Concierge dan mendapatkan pelayanan di sebuah lounge khusus yang merupakan salah satu layanan end-to-end bebas hambatan (seamless) yang ditawarkan oleh Malaysia Healthcare.

Setelah perjalanan selama 30 menit dari bandara akhirnya kami sampai di Hotel St.Giles, Wembley, namun sebelum check in, kami bersama dengan staf Malaysia Healthcare makan siang bersama di sebuah coffee shop kecil yang unik dengan makanan dan dekorasi melayu peranakan, yang lokasinya pas bersebelahan dengan hotel tempat kami menginap. Saya memesan ayam panggang bumbu turmeric, cukup enak dan unik rasanya, plus ice cube coffee with milk yang merupakan menu khas di coffee shop 1911.

Setelah makan siang, kami lalu check in ke kamar masing – masing, dan saya sekamar dengan Vika, travel blogger dari Surabaya yang kebetulan siang itu belum sampai ke Penang, jadi sempat menikmati kamar yang luas dengan fasilitas kamar hotel yang mewah juga pemandangan kota Georgetown, Penang yang indah ini sendiri, juga mencoba manisan buah yang termasuk di welcoming kit dari Malaysia Healthcare.

 

Pada sore harinya, kami mengikuti press conference dan presentasi dari CEO Malaysia Healthcare, Mrs. Sheren Azli yang menjelaskan mengenai awal mula berdirinya Malaysia Healthcare. Malaysia Healthcare Travel Council adalah lembaga pemerintah di bawah Kementrian Keuangan Malaysia (Ministry Of Finance) yang didirikan tahun 2009 untuk memfasilitasi dan menumbuhkan industri perjalanan kesehatan Malaysia di bawah brand “Malaysia Healthcare” dengan tujuan yang dimaksudkan menjadikan Malaysia sebagai tujuan perawatan kesehatan global terkemuka.

 

Malaysia telah diakui secara internasional sebagai “Best Country in the World for Healthcare” dari tahun 2015 hingga 2017 dan juga tahun 2019 oleh majalah International Living yang berasal dari AS dan menerima penghargaan “Destinasi of the Year” untuk wisata kesehatan dari tahun 2015 hingga 2017 serta penilaian istimewa pada tahun 2018 oleh International Medical Travel Journal yang berasal dari Inggris. 

 

Secara umum, unique selling points dari Malaysia Healthcare adalah sebagai berikut: 

 

Kualitas Berkelas Dunia 

 Rumah sakit dengan kualitas kelas dunia. Standar kualitas dan keamanan di rumah sakit swasta Malaysia adalah sebagai yang patut dicontoh dijadikan tolak ukur dengan yang terbaik di dunia, dan dipantau diatur secara ketat oleh Kementerian Kesehatan Malaysia. 
 Keselamatan dan perawatan pasien dipantau secara ketat oleh Kementrian Kesehatan Malaysia menggunakan Undang – Undang Layanan Fasilitas Kesehatan Swasta (1998). 
 Telah terakreditasi dari Malaysia Joint Commission International (JCI), Malaysian Society for Quality in Health (MSQH), dan Reproductive Technology Accreditation Committee (RTAC) dan agensi – agensi lainnya berada dibawah International Society for Quality in Healthcare (ISQua).
 Profesional berkualitas tinggi yang menerima pelatihan dari lembaga terkenal internasional dari Malaysia, Inggris, AS, Australia dan Eropa. 
 Memiliki keterampilan tinggi, beragam teknik medis, sistem, praktik, dan pemahaman budaya yang berbeda. 

 

Keterjangkauan 

 

 Kementerian Kesehatan Malaysia menetapkan batas tarif tertinggi untuk setiap perawatan kesehatan. Sehingga baik dokter atau profesional tidak bisa mengambil keuntungan untuk diri sendiri dari tarif yang sudah ditetapkan tersebut. 
 Ringgit Malaysia lebih disukai wisatawan untuk melakukan perawatan kesehatan ke Malaysia, dikarenakan harga yang lebih rendah dibandingkan dengan negara pesaing lain di wilayah ini. 

 

 

Kemudahan Akses 

 

 Malaysia memiliki 200 rumah sakit swasta, tidak termasuk klinik gigi dan pusat kesehatan & wellness. 

Mitra Rumah Sakit MHTC terdiri dari 73 anggota rumah sakit swasta aktif untuk wisatawan kesehatan, yang mana mereka terdiri dari 21 anggota elite dan 52 anggota biasa. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi https://www.mhtc.org.my/services/mhtc-partners/

 Hampir tidak ada waktu tunggu untuk janji temu untuk konsultasi dan perawatan dengan dokter spesialis, memugkinkan akses waktu yang nyata. 
 Terhubung dengan penerbangan langsung ke pusat perjalanan utama di seluruh dunia. 

 

Hub Halal Global 

 

 Masyarakat Malaysia sebagian besar ramah Muslim, semua rumah sakit hanya menyajikan menu halal dan menyediakan fasilitas ibadah.
 Ketersediaan produk medis bebas dari bahan hewan babi, seperti benang bedah dan vaksin.
 Banyak profesional dan personel medis, baik pria maupun wanita, adalah muslim. 
 Diakui sebagai “Negara di Peringkat Teratas untuk Wisata Muslim” dari tahun 2011 – 2019 oleh MasterCard-CrescentRating Global Muslim Travel Index. 

 

Kemudahan Berkomunikasi

 

 Bahasa Inggris dan Melayu digunakan secara luas, kebutuhan penerjemah untuk bahasa lain sangat mudah.

 

Layanan dari awal hingga akhir 

 

 Terdapat Call Center khusus serta layanan Concierge & Lounge di KLIA , KLIA2 dan PIA , wisatawan kesehatan yang terdaftar akan disambut di aerobridge segera setelah keluar pesawat. Juga membantu wisatawan kesehatan dari titik awal pengajuan pertanyaan di negeri asal, sampai kedatangan dan perawatan selesai. 

 

Setelah presentasi dan acara foto, kami dijamu makan malam dan bertemu dengan perwakilan dari berbagai rumah sakit yang menjadi partner Malaysia Healtcare, juga mendengarkan kesaksian dari seorang ibu dari Surabaya yang merupakan salah satu pasien rumah sakit di Penang, beliau bercerita bagaiamana pengalaman berobat dan perawatan di Penang sampai akhirnya bisa memiliki buah hati.

 

Selama 4 hari, kami kemudian dibawa mengunjungi beragam fasilitas kesehatan serta bertemu dengan para spesialis terkemuka dari beberapa rumah sakit anggota Malaysia Healthcare yang terdiri dari: Penang Adventist Hospital, Gleneagles Hospital Penang, Loh Guan Lye Ye Specialist Centre dan Island Hospital. Kami dibagi 2 kelompok, yaitu group A dan B, dan kebetulan saya dan teman – teman di group B berkesempatan untuk mengunjungi Penang Adventist Hospital dan Gleneagles Hospital Penang.

Adventist Hospital Penang

Di hari kedua setelah kedatangan kami di Penang, saya yang termasuk di group B berkesempatan untuk mengunjungi Penang Adventist Hospital (PAH) yang merupakan bagian dari jaringan Advent Internasional 696 rumah sakit, klinik dan apotik nirlaba di seluruh dunia. Secara umum, Penang Adventist Hospital (PAH) menawarkan serangkaian layanan dan fasilitas kesehatan berkualitas lengkap, dengan 9 Pusat Keunggulan dan lebih dari 80 spesialis di 25 spesialisasi siap melayani pasien.

Pusat perawatan medis utama di Penang Adventist Hospital meliputi pelayanan jantung untuk semua pasien mulai dari bayi hingga lansia, Pusat Onkologi Adventist, Klinik Pencernaan dan Hati , Klinik Kosmetik dan Rekonstruksi, Pusat perawatan ginjal dan klinik gigi. Namun dari semuanya itu, Penang Adventist Hospital lebih menekankan pada pelayanan jantung. 

 

 

 

Selain memiliki kesempatan untuk mengenal lebih dekat rumah sakit ini lewat presentasi dari Marketing Executive Penang Adventist Hospital , Ibu Flora Triyanti, kami juga berkesempatan untuk bertemu langsung dengan CEO Adventis Penang, yaitu Mr. Ronald Koh, MHA.

Lebih lanjut, Mr. Ronald Koh menjelaskan bahwa success rate dari pasien jantung yang melakukan perawatan di Adventist itu sebesar 90% , ini angka yang tinggi dan pertumbuhan pasien baru juga  berkembang sebesar 5% peningkatannya setiap tahun. Kelebihan lain adalah pengobatan off pump laperopski yang penyembuhannya lebih cepat dari operasi jantung bypass biasa. Selain itu, di Adventist Penang juga terdapat pusat rehabilitasi setelah operasi. Dokter hampir setiap hari ada di rumah sakit dan kapasitas untuk melakukan tindakan operasi juga tinggi, bisa sebanyak 3 kali operasi dalam sehari.

Yang menarik dari Rumah Sakit Adventist ini, mereka memproduksi bakery sendiri dengan bahan – bahan yang berkualitas juga lebih sehat, rendah gula dan rendah lemak. Banyak pengunjung yang datang ke rumah sakit hanya untuk membeli roti sehat di bakery yang terdapat di dalam rumah sakit Adventist Penang ini. Kami juga sempat dijamu makan siang bersama dengan menu vegetarian dari rumah sakit Adventist Penang yang rasanya enak juga sehat.

The TOP KOMTAR

 

Sore harinya, setelah dari rumah sakit, kami bersama pergi ke The Top, KOMTAR, salah satu tempat wisata di Penang yang merupakan gedung tertinggi di Penang. Di dalamnya terdapat berbagai wahana wisata, yang kami kunjungi pertama adalah Penang State Gallery, di tempat ini kita bisa mengenal lebih jauh tentag sejarah dan warisan unik selama lebih dari dua abad, yangmenjadikan George Town Situs Warisan Budaya Dunia UNESCO.  Dari permulaannya yang sederhana sebagai Permukiman Selat Inggris pertama di akhir abad ke-18, George Town mengalami transformasi luar biasa dari perbatasan rawa, ke pos perdagangan yang ramai, ke kota yang sekarang memiliki sejarah hidup, penuh nuansa di setiap sudut.

Wisata selanjutnya, kami naik ke Observatory Deck lantai 65, di ruangan ini kami bisa melihat Penang dari gedung paling tinggi di Penang dan berfoto di atas lantai kaca. Tidak cukup hanya di dalam ruangan, kami juga naik lagi ke lantai 68, di rooftop Komtar, terdapat Rainbow Skywalk, memberikan pengalaman menarik dan cukup menegangkan buat saya untuk berjalan dialam terbuka dengan menjejakkan kaki di atas lantai kaca setinggi 800 kaki di atas permukaan laut, disuguhi pemandangan indah Penang seluas Georgetown dan sekitarnya, sungguh pengalaman yang menakjubkan. Juga di rooftop ini, ada Coco Cabana Bar & Bistro yang menawarkan tapas dan koktail dengan pemandangan yang memukau.

Tidak cukup hanya wisata ke The TOP Komtar saja, tapi di hari kedua ini Malaysia Healthcare memanjakan selera kami dengan menyuguhkan makan malam ala Melayu di Irama Dining Restaurant, dengan menu Nasi kerabu yang lengkap dengan daging sapi santan panggang, ayam panggang, ulam – ulaman yang rasanya unik dan lezat, juga ditutup dengan pencuci mulut seperti bubur sumsum juga kola kala Melayu dengan rasa gurih dari santannya yang kental.

Gleneagles Hospital Penang 

 

Di hari ketiga ini kami masih semangat untuk mengunjungi salah satu rumah sakit swasta di Penang yaitu GleneaglesHospital Penang, yang dibangun dengan visi memberikan layanan kesehatan dengan kualitas terbaik. Akreditasi Gleneagles Penang oleh Joint Commission International (JCI) dan Malaysian Society for Quality in Health (MSQH).


Pusat layanan keunggulan Gleneagles Penang
 yaitu Pusat Perawatan Kanker , Pusat Perawatan Jantung dan Pusat Perawatan Tulang, menawarkan layanan medis kualitas tinggi dan komprehensif untuk pasien mereka. 

 

Sebagai pusat terkemuka untuk pengobatan onkologi kanker di Malaysia, Gleneagles Hospital Penang menggunakan alat pencitraan (imaging) dan peralatan radioterapi modern dan menerapkan standar ketelitian yang tinggi dalam diagnosis medis, prosedur bedah, dan berbagai terapi. Pasien yang terbanyak ditangani adalah penderita kanker payudara, maka itu kami sempat bertemu dan berbicara dengan DR. M Amir Shah , salah satu Consultant Radiotherapist & Oncological di Gleneagles Hospital Penang ini mengenai kanker payudara , penyebabnya dan bagaimana cara pencegahannya.

 

Beliau menjelaskan bahwa 80% dari benjolan di payudara memang bukan termasuk kanker, tapi tidak ada salahnya jika memeriksakan diri sebulan sekali, juga lebih memperhatikan gaya hidup sehat, menghindari makanan dengan pengawet, jangan merokok, juga tidak menyuntik vitamin C dosis tinggi, karena bisa memicu kanker payudara. 

 

Sebagai pusat jantung terkemuka di Malaysia, rumah sakit Gleneagles Penang memiliki salah satu tim spesialis jantung terbesar di wilayah ini. Rumah sakit Gleneagles Penang juga merupakan satu – satunya pusat di Penang yang mengobati pembengkakan aorta menggunakan teknik cangkok stent endovaskuler khusus )Endovascular Stent Grafis Technique) (EVAR), serta melakukan Perutaneous Transvenous Mitral Commissurotomy (PTMC). 

Gleneagles Hospital Penang juga memiliki salah satu tim spesialis ortopedi yang terbesar dan sangat berpengalaman di bidangnya dengan berbagai sub-spesialisasi meliputi kaki dan pergelangan kaki, tangan dan bedah mikro, bedah tulang belakang, pengobatan pada kecederaan olahraga, bedah trauma, bedah ortopedi anak, dan banyak lagi.

Berburu Mural di Penang Street Art 

 

Selepas dari kunjungan ke rumah sakit, para awak media dan blogger akhirnya bisa melepas penat sejenak, berburu foto muraldan menikmati shopping serta jajanan di sekitaran jalan Armenian. 

 

Mural di Georgetown, Penang ini dicetus oleh Dewan Kota di tahun 2012 yang menyewa seorang seniman grafiti dari Lithuania bernama Ernest Zacharevic, setelah itu banyak seniman lain yang mengikuti jejaknya dan menjadikan mural sebagai salah satu wisata foto atraktif di Georgetown , Penang.

Saya sendiri sempat mencicipi homemade soft ice cream durian di sebuah kedai bernama Scoops pas bersebelahan dengan mural yang terkenal ini. Selain memang udaranya yang panas, ice cream nya tidak hanya membuat lebih segar, tapi juga sebagai properti foto. 

 

 

Penang Hill & The Habitat

Perjalanan wisata kami tidak hanya sampai di Armenian street saja, tapi masih berlanjut ke Penang Hill , sebuah resort di bukit yang terdiri dari sekelompok puncak di Pulau Penang, Malaysia.  Terletak di pinggiran Air Itam, 9 km barat dari pusat Georgetown.  Bukit Penang juga dikenal dengan nama Melayu, Bukit Bendera. Penang Hill terdiri dari berbagai bukit, dengan titik tertinggi di bukti bagian barat yaitu 833 m di atas permukaan laut.  Di bukit ini terdapat banyak villa atau tempat peristirahatan selama periode kolonial Inggris, dan sekarang menjadi tujuan wisata populer di Penang.

 

Kami pun berjalan kaki menuju The Habitat Penang Hill yang berada di atas bukit dan dapat diakses melalui Penang Hill Railway dari stasiun pangkalannya di Hill Railway Station Road.  Sampai saat ini, sistem kereta api kabel ini adalah satu-satunya dari jenisnya di Malaysia, yang mengangkut lebih dari satu juta pengunjung.  

 

 

The Habitat Penang Hill mengajak setiap pengunjung untuk terhubung kembali dengan alam dengan men-eksplor hutan berusia 130 juta tahun.  Walaupun awalnya saya ragu ketika diajak untuk menjelajah masuk ke dalam area hutan ini karena saya ‘saltum’, alias salah pakai sepatu, bukannya sepatu olahraga atau keds, ini malah pakai sepatu wedges heels. Tapi karena teman – teman dan staf Malaysia Healthcare dengan antusias meyakinkan saya kalau tidak akan menyesal jika ikut sampai ke atas bukit, ya akhirnya saya pun ikut dengan rombongan.

Pertama – tama Mas Naz,tour guide kelompok kami, membawa kami dalam perjalanan menyusuri hutan dengan segudang flora dan fauna – tanaman, pohon, serangga, burung dan reptil. Kami juga melewati jembatan panjang Langur Way Canopy Walkseluas 230m yang lumayan cukup bergoyang ketika saya berjalan melaluinya.

 

Dan akhirnya dengan mengumpulkan keberanian, saya ikut naik ke puncak tertinggi , yaitu Curtis Crest Tree Top Walk dan menikmati pemandangan 360 derajat Pulau Penang dari titik pandang tertinggi di Penang. Dan itulah akhir dari perjalanan wisata kami di hari ketiga, sebelum kembali ke hotel dan waktu bebas masing – masing. It was an amazing journey indeed, tidak akan pernah lupa akan perjalanan wisata kesehatan ini, thank you Malaysia Healthcare!

Malaysia Healthcare

 

3rd Floor, WTC 3, 

Jalan Jend. Sudirman Kav.,

29 – 31, Karet Surdiman, 

Jakarta Selatan 12920,

Indonesia.

 

Contact Person: Ms. Renata Devita

+62 21 808 694 22/ 23

Mobile: +62 812 897 100 29 

http://www.medicaltourismmalaysia.id

 

 

Adventist Hospital Penang

Perwakilan di Jakarta 

Monnie +62821 2239 9954

kangmonnie@pah.com.my 

 

Perwakilan di Medan 

Vee Vee 

+62812 6320 3339

veeveeleo@pah.com.my

 

Perwakilan di Surabaya 

Fridayani Taurina 

+62812 1070 2653 

 

Gleneagles 

Pusat layanan pasien internasional 

WA : 0812 6023 7903 / +6016-498 9083 

atau +604 – 222 9090/9099

Trip To Penang

Hai , sudah lama banget aku ngga update blog ini dan tiba – tiba aja pengen update tentang perjalanan aku ke Penang dua minggu lalu.

Sebenarnya ini benar – benar nggak direncanain, jadi aku menemani Ibu ku yang ter- diagnosa satu penyakit dan di Indo dibilangnya harus di operasi, tapi kami sekeluarga mau cari opini lain, dan kebetulan tante saya sudah pernah berobat ke Penang dan sembuh beberapa tahun lalu.

Nah intinya aku ditugasin untuk bikin itinerary mulai dari beli tiket pesawat , cari penginapan dan tempat makan yang enak – enak , hehe.. ya walaupun kami sekeluarga bukan liburan, tapi karena baru pertama kali kesana ya sekalian aja aku cari referensi.

Dan selama di sana kami sekeluarga juga dapat kabar baik dari para dokter di sana yang memang teliti ya memeriksa hasil dan akhirnya juga Ibu saya nggak jadi di operasi, bisa dikasi beberapa obat saja sudah sangat lebih baik, makanya setelah berobat itu kita masih ada waktu jalan – jalan.

Jadi yang pertama aku mau bahas itu masalah penginapan ya, ini yang lumayan penting, sekalipun tujuannya berobat, Ibu saya memang nggak mau tinggal yang kaya di kamar doang, pengennya juga bisa masak sendiri karena memang makanan dia harus agak khusus ya, nasinya pakai brown rice dan rendah gula juga rendah lemak, makanya aku juga nyarinya apartmen saja, dan setelah browsing sana – sini, akhirnya nemu yang ada diskonnya ( ini penting ! haha ), plus ada view Penang dan sudah lengkap ya fasilitasnya sampai buat cuci baju segala sudah ada. Dann.. ini memang apartmentnya hype banget kayanya di kalangan anak millenial di sana soalnya di instagram sering banget ada yang foto di rooftop pool dan ayunan gede buat leyeh – leyeh seperti ini.

Alamat Apartmennya : Tropicana 218 di Jalan Macalister , dan apartment ini deket banget sama Island Hospital tempat Ibu saya berobat. Kalau naik Grab juga paling 6 MYR jatohnya. Dan sistem sewa aprtment nya ini self check in & check out , jadi setelah booking, aku dihubungi oleh host yang menyewakan, diberi password untuk buka locker di lobi apartment , jadi aku bisa ambil sendiri pass card apartment dan kunci apartment, pas check out nanti juga sama, aku kembaliin sendiri lagi ke lockernya. Apartment ini termasuk baru ya gedungnya baru jadi awal tahun 2019, Ohya , ini foto – foto di dalam apartmennya.

Apartment ini benar – benar di luar ekspetasi kami sekeluarga sih, karena waktu booking lewat Booking.Com itu di foto previewnya ngga semua ada ya fasilitasnya, tapi ternyata di apartment nya semua ada sampai welcome drink , dan handuk juga ada 4 buah, slippers, sabun mandi, peralatan masak yang lengkap ( ini penting karena sekeluarga suka masak , hehe ), sabun cuci tangan, cuci piring dan cuci baju juga ada , toilet paper juga banyaj, kamarnya juga lebih besar dari perkiraan, ada 1 king size bed, 1 single bed yang cukup besar, kasur lipat dan sofa bed.

Dan yang paling mempesona itu view Penang dari kamar tidur dengan jendela yang besar, worth it banget dengan harga sewa yang cukup murah, sekitar 600,000 an semalam, dan bisa untuk 4 orang dewasa.

Nah pas di bawah apartment dekat lobi Tower A tempat kami menginap, ada bakery yang rotinya enak banget , sampai kami bawa buat oleh – oleh juga.

nama bakery nya : Love a Loaf , dan yang paling enak menurut kami itu nuts and seeds bread dan germany garlic cheese bread, harga rotinya juga standar lah kaya di Indonesia juga, kopi nya juga lumayan, latte tanpa gula sekitar 10 MYR.

Oke, sekarang lanjut ke tempat makan ya, jadi karena aku bareng keluarga, ya ngikutin selera mereka juga, cuma ada tempat jual smoothies buah yang nggak nyesel deh kalau jajan di situ, soalnya memang seenak dan selucu ini tempatnya, dan mereja jualnya seasonal gitu ya menunya per bulan, jadi khusus bulan September ini dragon fruit lemon menu khasnya, seperti ini penampakannya , dan harganya kalau nggak lupa sekitar 7-8 MYR aja.

Fruitmade Penang

Nah kedai smoothies dan juice yang namanya Fruitmade ini ada di Lebuh Cannon , ini masih satu lokasi sama street art Penang yang terkenal dengan lukisan – lukisan seninya, kita bisa keliling dan foto – foto juga di sini.

Kedai makan yang terkenal di Penang yaitu Penang Chendul juga masih di daerah old town Georgetown juga, tepatnya di jalan Penang, walaupun terkenal Chendul ( cendol ) nya, tapi tempat ini juga menyediakan makanan lain ala Penang yang enak – enak juga, seperti Laksa , Kwe tiauw ( non halal , tapi bisa minta yang tanpa daging babi juga, hanya kerang dan udang) , Oyster egg alias oseng telur kerang.

Dan yang nggak kalah menariknya adalah wisata ke pasar 😀 , iya kebetulan memang Ayah saya suka masak dan perlu masak sehat buat Ibu saya juga, jadi deh kita jalan ke Pasar Tikus namanya, dan belanja sayur, sambal belacan, ikan dan udang, pete juga ada dan pas murah banget dibanding di Indonesia, mungkin lagi musimnya di sana ya ? 😅

What I love about Penang is the diversity, ada makanan khas India , Chinese , Melayu ,

Selain pasar tentunya kita juga sempat belanja oleh – oleh di supermarket di Komtar , yang harga barangnya jauh lebih murah dibanding belanja di supermarket di mall besar seperti Gurney Plaza atau Paragon Plaza. Seperti Milo dan Kopi Penang , juga coklat ada banyak dijual di Komtar.

Kalau untuk plaza atau mall besar aku sih memang ngga terlalu niat belanja di sana , jadinya paling cuma jajan2 aja , nyobain nasi lemak ala McDonald , juga Shwarma Kebab di Paragon Plaza enak juga, plus misua ayam wijen di Gurney Plaza , standar lah harganya.

Dan ada satu lagi tempat legend yang kita sengaja datangi sebenarnya di hari pertama, yaitu Siam Char Koay Teow alias kwe tiau jalan Siam yang sudah berjalan 7 turunan katanya, yang masak juga sudah sepuh, dan orang – orang beneran rela antri lho untuk menikmati kew tiauw ini.

Memang ini ngga halal ya , dan baru pertama kali aku makan sampai harus dapat nomor antri dulu kaya ke dokter 😂 but its worth it sih, bahan – bahannya memang fresh ya aku lihat, dari sayur tauge, udang, kerang, benar – benar fresh.

Overall bener – bener food coma aku pulang dari Penang kayanya naik entah berapa kilo. Tapi itulah namanya hidup ya menikmati saat at the moment, kan juga ngga tiap hari makan enak seperti ini, ada moment nya saat travelling juga bersama keluarga menikmati apa yang ada di depan mata, juga kebersamaan, habisnya pulang ke Bandung langsung deh bikin smoothies tambah chia seed nurunin lemaknya, he he.. but I surely will be back for more , Penang, I love you.

Resep Banana Choco Overnight Oats

Salah satu menu favorit untuk sarapan saya adalah overnight oats. Selain banyak manfaatnya, juga praktis untuk dibuat. Berikut ini resepnya.

Banana Choco overnight oats

bahan:

– muesli

– granola

– susu kedelai / susu almond

cara bikin: tuang 5 sdm muesli ke dalam jar, campur dengan air hangat / susu kedelai , almond , low fat ( sesuai selera ) sampai terendam, lalu masukkan kulkas sampai besok paginya, pagi2 blender pisang tambah air sedikit, campur dengan bubuk dark chocolate, tuang yoghurt 2-3 sdm ke atas overnight oats , tuang pisang yang sudah di blender, taburkan granola dan kacang2an , sajikan 😀