[Travel] Medan Trip – Januari 2010

Berikut ini adalah catatan perjalanan saya ke Medan di tahun 2010, sebenarnya pernah di posting di blog lama saya dan ternyata belum terselesaikan, hehe.  jadi saya posting ulang disini ya,  tunggu kelanjutannya ya..

Saya sungguh bersemangat dengan perjalanan pertama ke Medan ini.  Saya dan teman – teman kantor berangkat tanggal 15 Januari dari Jakarta karena tidak mendapat tiket dari Bandung.  Tapi kami jadi bisa menikmati terminal domestik di bandara Soekarno Hatta yang baru, okay lah..

Setelah sampai di Medan, saya dan teman- teman dijemput dengan rekan dari kantor di Medan dan mengantarkan kami ke hotel Aplha Inn yang berada di jalan Gatot Subroto, Sekip.  Hotel Alpha Inn ini termasuk baru di Medan, dan lumayan lah tidak terlalu mahal juga, bersih, cuma mungkin karena masih baru jadi pelayanannya kurang memuaskan. But over all, hotel Alpha Inn ini dekat di pusat kota dan yang paling penting banyak makanan di sekitarnya, seperti oleh – oleh bolu meranti dan bika ambon.

Setelah beberes di Hotel, kami berangkat ke SUN Plaza untuk sarapan lagi (ronde ke berapa ya?) di Kok Tong Kopi Tiam, dan mencoba Nasi Prang dan kopi medan, we love it!

Perjalanan kuliner dari Kok Tong baru saja dimulai, selanjutnya kita memutuskan untuk ‘brunch’ di Mie Awai, seperti makan siang yang lebih pagi lah, hehe..

After that we’re going back to the hotel and take some rest..here’s the view just in front of the hotel..

Malam harinya kita pergi ke SELAT PANJANG, there’s a lot of food stalls there, okay we’re eating a lot of stuff there hehe..but my favourite actually is the sarsaparila drink..

Baru pertama kali ini saya minum sarsaparilla dengan merk BADAK, hehe lucu ya? :p rasanya juga enak, ga terlalu manis, di Bandung mah gak ada nih.. hiks..

Sabtu, 16 Januari 2010

Di malam berikutnya, saya dan teman – teman wisata kuliner lagi nih ke ACEK BOTAK nama tempat makannya yang masih di daerah Sekip juga, tinggal nyebrang dari hotel Aplha Inn.  Chinese food tapi ada yang halal juga, dan rameee bangett.  Pas dicoba makanannya, semuanya enak! hehe..bener kata orang kalau di Medan cuma ada dua makanan, yang enak sama yang enak banget :p

Lanjut abis makan malam masih belum puas juga nih, masih pengen snack, lalu kami melanjutkan ke PASAR KELING, tempat makan makanan India, kami memesan roti cane dan kerang, lumayan ;p

Minggu, 17 Januari 2010

In the morning we decided to have breakfast just beside the hotel (Sekip area), is a very delicious Chicken Noodle, i dont even know the name.. ;p tapi setelah kedatangan saya yang kedua ke Medan, saya baru tahu itu Mie Ayam yang lumayan terkenal juga di Medan dan wajib makan juga lho..enak banget.

to be continued..

[Travel] Balige Trip – Juli 2011

 

Sebenarnya ini postingan sudah tahun lalu direncanakan untuk di publish, tapi baru keinget dan sempet sekarang setelah tenggelam dalam draft saja.

Sebuah kesempatan yang indah ketika Amang (Bapak mertua) mengajak kami pergi ke kampung Opung di Balige setelah kami menikah.  Tentu saja saya seneng banget, belum pernah ke Balige dan apalagi penasaran mau mencoba Mie Gomak yang asli asalnya dari Balige.

Kami pergi pagi, waktu itu di Bulan Juli 2011,  dan perjalanan dari Stabat melewati kota Medan sampai ke Balige memakan waktu hampir 5 jam.

Ini adalah perjalanan pertama saya ke Balige, disambut dengan udara sejuknya merupakan hal pertama yang membuat hati teduh.  Balige adalah sebuah kota kecil, di wilayah Sumatera utara, dan disini terletak kampung leluhur kami dari marga Napitupulu.  Memasuki kampung tersebut ternyata sudah ada gapura yang menandakan bahwa itu adalah kampung Napitupulu, saya sempat juga berfoto di sana, dan ada makam leluhur juga.  Rumah yang kami singgahi juga merupakan rumah peninggalan Opung yang asli yang sekarang didiami oleh adik dari Bapak mertua.

kampung Napitupulu

Balige from the top

Sebenarnya saya sudah tidak sabar untuk mencoba makanan khas di sini, yaitu Mie Gomak, yang menurut salah satu teman saya, adalah Mie terenak dari Surga.

Menurut asal katanya, Gomak itu artinya mie lidi-nya digenggam dengan tangan lalu dicampur ke kuah santannya.  Sore-sore saya berencana untuk mencari Mie Gomak ke pajak (pasar) atau tempat jajanan malam, namun menurut keluarga Inang Uda, lebih baik menunggu pagi saja nanti biasa banyak dijajakan untuk sarapan.  Wah, lidah saya ternyata memang harus bersabar menunggu beberapa waktu lamanya untuk bisa mencicipi ‘Mie terenak dari Surga’ itu.

Sore harinya kami ada pergi ke suatu pantai yang saya lupa namanya hehe..ya lumayan lah untuk bersantai dan main-main air, di depannya itu masih lanjutan dari Danau Toba yang memanjang sampai ke Balige. Lalu kami sempat juga ke makam pahlawan Sisingamangaraja dan berfoto di sana.

Pantai menuju danau Toba

Pagi-pagi saya sudah siap bangun dan langsung mandi, sambil menunggu penjaja Mie Gomak lewat di depan rumah Inang Uda saya.  Ternyata yang menjual Mie Gomak itu memang tetangga sendiri yang suka mangkal di daerah rumah Inang Uda.  Lalu jadilah kami memesan beberapa porsi Mie Gomak untuk sarapan.  Pertama kali lidah saya mencicipi, seperti dikejutkan oleh kesegaran kuah santan, andaliman, daun jeruk dan rasa pedas yang segar dan hangat.  Wow, luar biasa, rasanya sungguh nikmat, apalagi menyantapnya ditemani dengan suami dan keluarga yang baru.

Penampakan Mie Gomak :p

Begini toh rasa Mie terenak dari Surga, tidak hanya rasa kuahnya, namun sayurnya juga enak, ada lawuh dan tempe, harganya pun sangat murah, tiga ribu perak saja seporsi   Ibu Mertua saya mungkin sampai terpesona melihat bagaimana saya menyantapnya, sampai beliau janji mau membuatkan Mie Gomak di rumah kami di Medan, namun yang tidak terlalu pedas seperti ini, wah saya semakin gembira, rasanya dikasih berapa porsi pun masih ingin menyantapnya, hehe.

 

Lalu hari itu siangnya kami berencana pulang ke Stabat sambil lewat Danau Toba dan menyeberang ke Pulau Samosir dan desa Tomok. Ini bukan pertama kalinya bagi saya berkunjung ke Danau Toba, bahkan waktu pertama kali ke tempat ini di tahun 2010, saya dan keluarga menikmati pemandangan dua pelangi yang menghiasi Danau Toba, begitu indah. Dan di tahun 2010 itu Ibu saya bilang, “Nanti kamu tahun depan nikahnya juga dua kali..satu di Bandung, satu di Medan.” , kata Mama waktu itu, karena memang rencana pernikahan kami akan dirayakan dua kali, dan benar juga, puji Tuhan semua itu terjadi.  Jadi sewaktu tahun 2011 itu saya akhirnya bersama dengan suami dan keluarga suami pergi ke Danau Toba, saya mengingat betapa kebesaran Tuhan dan janjiNya untuk kami tidak pernah gagal, it was amazing.

Danau Toba dan dua pelangi tahun 2010

saya dan suami, 2011, menyeberangi Danau Toba

sampai di Tomok

Si gale gale

Tomok ini merupakan desa kecil yang dijadikan tempat wisata, banyak menjual pernak – pernik , baju, aksesoris, kain ulos dan banyak lagi macamnya.  Dan kebanyakan anak – anak kecil antusias untuk melihat si gale gale yang konon bisa menari sendiri.

 

[Travel] Quick Journey to Surabaya

20120205-224051.jpg

20120205-223404.jpg

20120205-223246.jpg

Hari Selasa lalu ada seorang sahabat Mama yang suaminya meninggal dunia secara mendadak. Dan kami semua ikut merasa kehilangan karena almarhum adalah tetangga dekat sewaktu kami masih tinggal di Surabaya. Namun Papa tidak bisa ikut karena pekerjaan, sehingga berangkatlah kami, saya dan Mama ke Surabaya dengan kereta api Argo Wilis. Kami memilih kereta api karena sekalian ingin nostalgia sebenarnya. Karena dulu sewaktu saya masih kecil dan tinggal di Surabaya, Mama sering membawa saya ke Bandung, rumah Oma dengan kereta api. “Kamu kan dari umurl 40 hari sudah dibawa naik kereta, sampai besaran dikit tidurnya ya di bawah kaki Mama.” begitu cerita Mama. Iya saya ingat betul waktu naik kereta api itu sangat menyenangkan, apalagi perjalanannya jauh, jadi bisa lihat-lihat sekeliling dan jalan-jalan dari satu gerbong ke gerbong lainnya, hehe.

Jadilah kami pergi berdua dan nostalgia dimulai, dari stasiun ke stasiun kita ngobrol, makan, ngobrol, browsing, makan lagi, ya begitulah seputaran Mama dan anaknya. It was so much fun, walaupun mengingat kita mesti mendatangi keluarga yang berduka, namun kami bersyukur bahwa keluarga almarhum yang ditinggalkan sudah bisa merelakan dan menerima kepergian ayah, suami dan kakek mereka. They say we are what we lost, so while the ones we love still alive, appreciate the times when we can be together, every moment of it.

Quick Travel Tips by train:
1. Bawa blouse saja, dan jeans/celana dipakai saja, kalau bepergian berdua, bawa dalam satu tas.
2. Khusus untuk kereta, bawa charger di tas tangan,karena bisa dipakai langsung di kereta, nggak usah sarapan dulu, tiap pemberhentian pasti ada makanan khas :p (khusus bdg-sby, kroya : pecel, yogya:gudeg, madiun:pecel)
3. Pastikan ipod, ipad, atau gadget yg bisa menemani perjalanan panjang dibawa ya.