Trip To Penang

Hai , sudah lama banget aku ngga update blog ini dan tiba – tiba aja pengen update tentang perjalanan aku ke Penang dua minggu lalu.

Sebenarnya ini benar – benar nggak direncanain, jadi aku menemani Ibu ku yang ter- diagnosa satu penyakit dan di Indo dibilangnya harus di operasi, tapi kami sekeluarga mau cari opini lain, dan kebetulan tante saya sudah pernah berobat ke Penang dan sembuh beberapa tahun lalu.

Nah intinya aku ditugasin untuk bikin itinerary mulai dari beli tiket pesawat , cari penginapan dan tempat makan yang enak – enak , hehe.. ya walaupun kami sekeluarga bukan liburan, tapi karena baru pertama kali kesana ya sekalian aja aku cari referensi.

Dan selama di sana kami sekeluarga juga dapat kabar baik dari para dokter di sana yang memang teliti ya memeriksa hasil dan akhirnya juga Ibu saya nggak jadi di operasi, bisa dikasi beberapa obat saja sudah sangat lebih baik, makanya setelah berobat itu kita masih ada waktu jalan – jalan.

Jadi yang pertama aku mau bahas itu masalah penginapan ya, ini yang lumayan penting, sekalipun tujuannya berobat, Ibu saya memang nggak mau tinggal yang kaya di kamar doang, pengennya juga bisa masak sendiri karena memang makanan dia harus agak khusus ya, nasinya pakai brown rice dan rendah gula juga rendah lemak, makanya aku juga nyarinya apartmen saja, dan setelah browsing sana – sini, akhirnya nemu yang ada diskonnya ( ini penting ! haha ), plus ada view Penang dan sudah lengkap ya fasilitasnya sampai buat cuci baju segala sudah ada. Dann.. ini memang apartmentnya hype banget kayanya di kalangan anak millenial di sana soalnya di instagram sering banget ada yang foto di rooftop pool dan ayunan gede buat leyeh – leyeh seperti ini.

Alamat Apartmennya : Tropicana 218 di Jalan Macalister , dan apartment ini deket banget sama Island Hospital tempat Ibu saya berobat. Kalau naik Grab juga paling 6 MYR jatohnya. Dan sistem sewa aprtment nya ini self check in & check out , jadi setelah booking, aku dihubungi oleh host yang menyewakan, diberi password untuk buka locker di lobi apartment , jadi aku bisa ambil sendiri pass card apartment dan kunci apartment, pas check out nanti juga sama, aku kembaliin sendiri lagi ke lockernya. Apartment ini termasuk baru ya gedungnya baru jadi awal tahun 2019, Ohya , ini foto – foto di dalam apartmennya.

Apartment ini benar – benar di luar ekspetasi kami sekeluarga sih, karena waktu booking lewat Booking.Com itu di foto previewnya ngga semua ada ya fasilitasnya, tapi ternyata di apartment nya semua ada sampai welcome drink , dan handuk juga ada 4 buah, slippers, sabun mandi, peralatan masak yang lengkap ( ini penting karena sekeluarga suka masak , hehe ), sabun cuci tangan, cuci piring dan cuci baju juga ada , toilet paper juga banyaj, kamarnya juga lebih besar dari perkiraan, ada 1 king size bed, 1 single bed yang cukup besar, kasur lipat dan sofa bed.

Dan yang paling mempesona itu view Penang dari kamar tidur dengan jendela yang besar, worth it banget dengan harga sewa yang cukup murah, sekitar 600,000 an semalam, dan bisa untuk 4 orang dewasa.

Nah pas di bawah apartment dekat lobi Tower A tempat kami menginap, ada bakery yang rotinya enak banget , sampai kami bawa buat oleh – oleh juga.

nama bakery nya : Love a Loaf , dan yang paling enak menurut kami itu nuts and seeds bread dan germany garlic cheese bread, harga rotinya juga standar lah kaya di Indonesia juga, kopi nya juga lumayan, latte tanpa gula sekitar 10 MYR.

Oke, sekarang lanjut ke tempat makan ya, jadi karena aku bareng keluarga, ya ngikutin selera mereka juga, cuma ada tempat jual smoothies buah yang nggak nyesel deh kalau jajan di situ, soalnya memang seenak dan selucu ini tempatnya, dan mereja jualnya seasonal gitu ya menunya per bulan, jadi khusus bulan September ini dragon fruit lemon menu khasnya, seperti ini penampakannya , dan harganya kalau nggak lupa sekitar 7-8 MYR aja.

Fruitmade Penang

Nah kedai smoothies dan juice yang namanya Fruitmade ini ada di Lebuh Cannon , ini masih satu lokasi sama street art Penang yang terkenal dengan lukisan – lukisan seninya, kita bisa keliling dan foto – foto juga di sini.

Kedai makan yang terkenal di Penang yaitu Penang Chendul juga masih di daerah old town Georgetown juga, tepatnya di jalan Penang, walaupun terkenal Chendul ( cendol ) nya, tapi tempat ini juga menyediakan makanan lain ala Penang yang enak – enak juga, seperti Laksa , Kwe tiauw ( non halal , tapi bisa minta yang tanpa daging babi juga, hanya kerang dan udang) , Oyster egg alias oseng telur kerang.

Dan yang nggak kalah menariknya adalah wisata ke pasar 😀 , iya kebetulan memang Ayah saya suka masak dan perlu masak sehat buat Ibu saya juga, jadi deh kita jalan ke Pasar Tikus namanya, dan belanja sayur, sambal belacan, ikan dan udang, pete juga ada dan pas murah banget dibanding di Indonesia, mungkin lagi musimnya di sana ya ? 😅

What I love about Penang is the diversity, ada makanan khas India , Chinese , Melayu ,

Selain pasar tentunya kita juga sempat belanja oleh – oleh di supermarket di Komtar , yang harga barangnya jauh lebih murah dibanding belanja di supermarket di mall besar seperti Gurney Plaza atau Paragon Plaza. Seperti Milo dan Kopi Penang , juga coklat ada banyak dijual di Komtar.

Kalau untuk plaza atau mall besar aku sih memang ngga terlalu niat belanja di sana , jadinya paling cuma jajan2 aja , nyobain nasi lemak ala McDonald , juga Shwarma Kebab di Paragon Plaza enak juga, plus misua ayam wijen di Gurney Plaza , standar lah harganya.

Dan ada satu lagi tempat legend yang kita sengaja datangi sebenarnya di hari pertama, yaitu Siam Char Koay Teow alias kwe tiau jalan Siam yang sudah berjalan 7 turunan katanya, yang masak juga sudah sepuh, dan orang – orang beneran rela antri lho untuk menikmati kew tiauw ini.

Memang ini ngga halal ya , dan baru pertama kali aku makan sampai harus dapat nomor antri dulu kaya ke dokter 😂 but its worth it sih, bahan – bahannya memang fresh ya aku lihat, dari sayur tauge, udang, kerang, benar – benar fresh.

Overall bener – bener food coma aku pulang dari Penang kayanya naik entah berapa kilo. Tapi itulah namanya hidup ya menikmati saat at the moment, kan juga ngga tiap hari makan enak seperti ini, ada moment nya saat travelling juga bersama keluarga menikmati apa yang ada di depan mata, juga kebersamaan, habisnya pulang ke Bandung langsung deh bikin smoothies tambah chia seed nurunin lemaknya, he he.. but I surely will be back for more , Penang, I love you.

Jalan Jalan Sambil Belajar Bersama Anak Ke Museum Geologi Bandung 

Sudah bertahun – tahun tinggal di Bandung tapi belum kesampaian mengunjungi Museum Geologi yang terletak di jalan Diponegoro. Pas banget awal bulan ini ada teman yang mudik dari Amerika dengan anaknya yang se-usia dengan mary, anak saya , ngajak berkunjung ke Museum Geologi , katanya anaknya mau lihat dinosaurus yang ada di museum itu, dan juga supaya anaknya ngga bosen juga main ke mall terus.

Jadilah kami pergi ke Museum Geologi dengan iming – iming ke anak, yuk lihat dinosaurus dari jarak dekat ( padahal cuma kerangkanya saja :D). Akhirnya Mary pun mau diajak kesana, walaupun di hari itu kami tidak sempat bertemu dengan sahabat saya tadi, karena dia terjebak macet di jalan dari Lembang jadi tidak sempat ke museum.

Sesampainya disana saya pikir karena weekdays pasti nggak ramai seperti weekend, karena setiap weekend kalau sedang lewat sna pasti saja banyak bus berjejer.  Namun ternyata perkiraan saya salah besar, di depan loket kami sudah ‘disambut’ puluhan siswa SMP entah darimana yang sedang foto – foto, belum lagi yang di dalam gedung, sudah terdengar suara riuh anak – anak SMP lainnya lagi. Tapi anehnya Mary tetap saja mau masuk dan excited menelusuri tempat baru, nggak salah deh kalau Mary suka saya sebut kaya dora the explorer, kalau ke tempat baru semua diselidiki dan dijelajah sampai lupa sama orang tua, main nyelonong masuk aja 😀


Jadilah kami membeli tiket masuk seharga Rp.3000 yang murahnya nggak ketulungan itu!   Benar – benar kaget saya ada jaman sekarang masuk museum hanya bayar semurah itu 😀


 Dan Mary pun tambah excited ketika di pintu masuk sudah terpampang kerangka gajah purba besar , dia loncat – loncat kegirangan walaupun kami harus berdesakan masuk ke dalam museum. Lalu kami masuk lagi ke arah sebelah kanan museum tempat kerangka dinosaurus terpampang nyata 😀 dan seperti biasa Mary ada saja tekad anehnya mau pegang dinosaurus lah, mau naik ke atas lah, yah namanya explorer!  Di ruangan sebelah kanan tempat display dinosaurus juga ada berbagai macam fosil batu – batuan  , kayu dan kerang. Jadi dia pun menelusuri tiap – tiap fosil kerang lucu sambil sesekali bilang wow..sea shell, so many!

  Anaknya memang senang mengamatu jadi satu – satu diliatin sambil balik lagi ke tempat dinosaurus.

Lalu setelah puas main di daerah sayap kanan museum, kami menuju ke sayap kiri museum letak bebatuan dan tata luar angkasa. Mary tambah girang lagi waktu lihat bola dunia raksasa di ruang sayap kiri museum itu, ya sambil pegang – pegang dan mencoba memutarnya 😀

Di ruang sayap kiri museum itu ada satu display layar lebar untuk memutar klip video sejarah terbentuknya bumi, dan kita bisa tekan tombol on untuk memutar videonya. Karena Mary anaknya juga suka segala hal yang visual dan bisa belajar lewat visual , jadi dia pun senang melihat planet – planet walaupun belum mengerti detil . Dan karena datangnya terlalu sore, maka kami  tidak bisa terlalu lama di ruangan itu, bahkan belum sempat menjelajah ke lantai atas, karena jam 4 sudah mau tutup, ya mau nggak mau harus pulang, tanpa disangka – sangka malah Mary maksa masih mau lihat lahi video planet – planet tadi dan nggak mau pulang !

Alhasil besoknya kami ke Museum Geologi lagi demi memuaskan keinginan Mary yang mau lihat dinosaurus lagi 😀

Dan tanpa disangka justru kami bisa bertemu dengan sahabat saya dan anaknya walaupun kita nggak janjian , wah tambah senang Mary ada teman main dan heboh bareng !



Setelah puas main di area lantai 1 , kami pun naik ke lantai 2, ternyata ada dua ruangan juga bertema air dan satu lagi berhubungan dengan sumber daya mineral. Untuk anak – anak balita mungkin belum terlalu mengerti tentang pertambangan dan cuaca seperti terjadinya hujan,dll. Namun mereka senang saja melihat – lihat dan saya juga sedikit – sedikit memberi penjelasan.

Cuma mungkin karena di lantai 2 juga penuh dengan siswa – siswi SD , jadi agak kurang nyaman berlama – lama disana. Jadilah akhirnya penjelajahan di Museum Geologi berakhir (itu juga Mary masih belum mau pulang 😀 ) dan kami memutuskan untuk pulang mampir ke Cisangkuy dulu demi mengenang tempat minum yogurt kekinian di jaman SMP , ketahuan banget ya umurnya 😀

Overall kami sangat senang pergi ke Museum Geologi Bandung , bisa main sambil belajar juga disana , cukup bersih dan nyaman untuk balita. Cuma seandainya bisa mungkin bisa diatur pembagian waktu atau hari berkunjung untuk umum dan rombongan , jadi nggak terlalu sempit dan penuh, karena kalau sudah penuh jadi panas dan tidak leluasa buat anak – anak balita  menjelajah.
Museum Geologi Bandung

Jl. Diponegoro No 57

Harga tiket : Rp.3000 ( balita / belum sekolah gratis)

jam operasional :

Senin – Jumat : Pk 09.00 – 16.00

Sabtu hanya sampai Pk. 14.00

Berkunjung ke Pustakalana : Perpustakaan Anak di Bandung 

Seperti menemukan oasis di tengah padang gurun di siang bolong waktu saya ‘bertemu’ dengan instagram Pustakalana beberapa minggu yang lalu. Bagaimana tidak girangnya hati ini bisa menemukan sebuah perpustakaan anak yang saya lihat dari instagram-nya penuh dengan buku – buku impor yang cukup mahal harganya. Tahun 2013 saja saya beli satu buku board book bekas untuk Mary yang saat itu baru lahir harganya sekitar 4us dollar, dan nilai dollar belum naik seperti sekarang. Makanya sekarang belum kepikiran lagi beli buku impor khusus anak walaupun bekas , apalagi dalam us dollar. 

Dan memang dari dulu saya pecinta perpustakaan, bukan karena rajin belajar sih, alasannya karena di perpustakaan pas semasa kuliah selain bisa pakai internet gratis, juga bisa baca buku novel (inggris) gratis, padahal sebenarnya saya kuliah jurusan sastra Jepang 😀 

Tapi memang dari kecil sudah dibiasakan dibelikan buku – buku lumayan bermutu mungkin ya jadi sampai besar suka baca buku , rasanya kalau ke toko buku pengen dibeli semua kalau bisa walaupun budget ngga cukup. Jadi alternatif lain kalau mau baca buku ya cari ke perpustakaan. Makanya senang sekali bisa menemukan ada perpustakaan khusus anak di Bandung ini, kayanya selama tinggal di Bandung baru tahu ada perpustakaan khusus anak. 

Jadi hari kamis kemarin memaksakan diri buat datang dan buat member untuk Mary.  Awalnya sempat muter – muter jalan taman cibeunying selatan cari rumah nomor 5 yang ternyata di ujung dekat jalan bengawan, setelah tanya-tanya akhirnya ketemu juga Pustakalana. Tempatnya memang tidak terlalu besar dan menyatu dengan Bandung City Creativity Forum (BCCF) , tapi dari depan sudah kelihatan ada tempat mainan outdoor- nya , Mary langsung mau main perosotannya, tapi saya ajak masuk ke dalam dulu.  Setibanya kami di dalam langsung disambut dengan ramah oleh penjaga perpustakaan dan anaknya yang sedang membaca buku. Di dalam perpustakaan kecil itu ternyata nyaman dan bersih, berjejer berbagai buku – buku anak di rak buku yang dipisah sesuai usia anak, dan juga beberapa mainan anak seperti puzzle kayu, miniatur dinosaurus dan lain – lain yang pastinya anak – anak akan senang berlama – lama di sana selain membaca ( dibacakan ) buku. Buktinya Mary asyik mencoba mainan – mainan yang ada sementara saya mendaftar untuk menjadi member. 

Ada 3 pilihan keanggotaan perpustakaan anak Pustakalana, pertama untuk jangka waktu sebulan, saya lupa biayanya, 3 bulan Rp. 115,000 dan satu tahun Rp. 350,000 . Keanggotaannya sudah termasuk kartu member yang bisa diisi ulang sesuai keanggotaan, dan bebas meminjam buku sesuai keanggotaan ( untuk yang 3 bulan maksimal 3 buku sekali pinjam) dan jangka waktu 2 minggu sekali pinjam. Buat saya mengeluarkan uang sejumlah itu dan bisa meminjam buku – buku impor berkualitas rasanya puas sekali, belum lagi ditambah bisa ikut berbagai kegiatan yang diadakan tiap minggunya dengan harga diskon jika menjadi member. 

Jadi kemarin setelah menjadi member , langsung deh saya pinjam 3 buku untuk Mary , biasa kita punya jam khusus untuk membaca , kalau pagi setelah mandi/ siang setelah makan siang (untuk menghindari menonton tv /  youtube) dan waktu malam sebelum tidur. Dan memang dari hamil saya sendiri sudah membiasakan membacakan buku untuk Mary, jadi mungkin karena itu Mary jadi suka membaca juga. Walaupun ketika di perpustakaan Mary tidak terlalu tertarik untuk membaca buku , justru lebih tertarik dengan mainannya, hehe , tapi sewaktu di rumah malam harinya Mary kelihatan senang sekali membaca “Wheel On The Bus” dan “Five Little Monkeys Jumping On The Bed” ya sambil loncat – loncat juga 😀 Semoga bukunya bisa dikembalikan tepat waktu , hihi. 

Pustakalana

Jl. Taman Cibeunying Selatan No.5 

jam buka : (Senin – Sabtu )Pk. 09.30 – 16.00 

Instagram : Pustakalana