Her Name Is Mary

Tidak terasa kehamilan saya sudah 31 minggu dan mendekati due date yaitu bulan Februari 2013 nanti. Thank God semuanya baik, walaupun nantinya bakal operasi karena minus mata saya yang cukup tinggi. Gerakan dalam perut juga sangat aktif di akhir semester ini, dan puji Tuhan kepala bayi sudah berada di bawah, untuk kelahiran normal itu sangat penting, ya walaupun nanti di operasi tetap saja akan membantu kelahiran, semoga.

Ohya, namanya Mary. Saya mendapat nama ini di bulan ketiga kehamilan ketika sedang membaca kisah Maria Betania atau dalam bahasa Inggris ‘Mary of Bethany’ dalam Alkitab. Diceritakan bahwa Mary ini suka duduk di kaki Yesus dan mendengarkan Yesus bercerita. Tapi yang memukau saya adalah ketika Mary mengurapi kaki Yesus dengan minyak yang sangat mahal harganya. Menurut Mike Bickle, salah satu pengkotbah yang meneliti tentang harga minyak yang dipakai Mary, harganya sekitar 200 juta rupiah kalau untuk sekarang. Dan saat itu Mary hanya berusia sekitar 20 tahun-an. Diperkirakan Mary memiliki uang sebanyak itu dikumpulkan sepanjang hidupnya sejak muda dan itu adalah pegangan hidupnya untuk masa depannya. Jadi Mary saat itu memberikan masa lalu dan masa depannya hanya untuk mengurapi kaki Yesus. I was amazed and just stunned of how a young girl could devote herself like that to Jesus. It was truly an extravagant worship. Dengan kisah itu berlanjut dengan pengorbanan Yesus di kayu salib, dan bau minyak yang dipecahkan dari buli – buli Mary mengikuti Yesus, juga mengikuti Mary, bau wangi mereka sama dan membuat orang mengenali Yesus ketika bertemu dengan Mary. Nama itu kemudian muncul dengan keraguan apakah nanti bayi yang saya kandung benar – benar perempuan? Namun nama itu saya terus simpan dalam hati. Dan, ternyata akhirnya benar di saat usg di bulan ke enam, dokter menyatakan bahwa anak yang saya kandung adalah perempuan. Itu meyakinkan saya kembali untuk memberikan nama Mary kepadanya, to this very young girl, in hope and prayers that she could devote herself to Jesus from her early years of life, can’t wait to see you, Mary.

20130102-065854.jpg

An Expected Miracle

Seharusnya tulisan ini saya buat di awal waktu saya tahu kalau saya sudah hamil beberapa minggu. Namun karena kerjaan dan situasi yang tidak kondusif (melawan kelemasan, mual dan eneg, serta pegal – pegal badan yg biasa dialami ibu hamil) , jadi saya masih dalam masa penyesuaian dengan semuanya.  I never thought that it really change my life like..in daily activities.  Saya yang biasanya tidur sangat malam, mengerjakan pekerjaan/menulis, bahkan bisa sampai jam 1 pagi baru tidur, dan lalu bangun memang selalu pagi, tapi harus dikasi dopping kopi susu dingin, supaya otaknya juga melek.  And now I can’t do that , it’s really miserable for me.  Jam 8 malam sudah berasa ngantuk sekali, dan bangun pagi badan lebih terasa pegal – pegal, kaya nggak tidur deh sepertinya.  Dan..di atas semua itu, saya nggak bisa minum kopi, otak saya kaya beku 😐 sementara masih ada pekerjaan dan target yang saya kejar sampai akhir tahun ini.

I know it’s wrong sebenernya untuk memaksa badan dan otak bekerja dengan kafein, but it helps for me to ‘awake’.  Cuma ‘derita’ yang saya alami membuat saya harus lebih keras berjuangnya, untngnya saya menemukan pengganti seperti jus jeruk dan buah mangga yang saya makan dan minum setiap pagi supaya  ‘bangun’. Dan ini semua baru saja permulaan dari 9 bulan yang menakjubkan, dari kelahiran seorang manusia, I really have to put that above all my so called misery.

I keep reminding myself how I and my husband, also the whole family really expecting this baby.  Karena saya anak pertama dan cucu pertama di keluarga besar dari Ibu.  So I keep reminding myself how precious this baby is, and everyday when i felt that pain, that constipation, that pimples, that back pain, I keep reminding myself it will be all worth it, it’s really is an honor.  And I keep saying to my baby how precious this is and how loving and sacrificing I am for her/him.

Sudah berkali – kali saya ngetes di test pack ketika telat, namun ternyata tidak hamil.  Dan waktu akhir tahun lalu adalah kekecewaan saya yang paling besar, karena saya merasakan seperti gejala kehamilan dan memang telat sudah 10 hari.  Saya sudah begitu senang, namun ketika saat itu di Malaysia saya sengaja beli test pack yang lumayan mahal, ternyata hasilnya negatif.  Jadi waktu beberapa minggu lalu saya juga merasakan seperti gejala yang sama dan telat 10 hari, saya sangat ragu untuk tes.  Sampai suatu hari suami saya mimpi memegang sebuah tes pack yang positif (kok anehnya dia yang pegang ya bukan saya? haha), setelah itu harapan saya mulai timbul, apa benar saya hamil, lalu saya akhirnya membeli test pack  yang sangat murah (ternyata mahal atau murahnya test pack itu nggak ngaruh ya :p) dan hasilnya positif.

I was jumping around in the bathroom for a while, seneng banget.  Dan untuk memastikan akhirnya saya pergi ke dokter kandungan dan di usg ternyata memang hamil sudah 4-5 minggu.  I was so happy, and all family are happy.  Dan semenjak dinyatakan hamil itu gejalanya semakin kuat, ya memang menandakan bahwa janinnya berkembang.  Dan di minggu ke 6 ini mulai berkembang ginjal, lidah, mulut, dan otaknya, seperti yang saya track di aplikasi kehamilan mingguan di Ipad saya.  How amazing God is and it’s really is a miracle, full of sacrifice, but it’s all worth it, and can’t wait for the next adventure 🙂