Bye October, Hello November

Sebenarnya sudah dari tahun lalu ada keinginan untuk membuat kalender yang bisa diunduh gratis oleh siapa saja dengan disain lettering saya sendiri, cuma baru tahun ini sepertinya bisa terwujud. Maklum, untuk men-digitalisasi-kan tulisan lettering butuh pembelajaran waktu (dan niat kuat mengusir malas sebenarnya,he he) jadi lah kalender November 2016 ini baru bisa saya buat. Semoga bisa berguna dan dipakai ya, link download ada di bawah sini, bisa klik save as saja.

calendarnov2016blog

Is it a sin if i’m not going to church?

Now that’s a question i often ask myself when i was a teenager.

Ada satu rasa kewajiban untuk ke Gereja setiap minggu.

Sampai akhirnya saya berhenti di satu pencerahan bahwa, masalahnya bukan pada dosa atau tidak, tapi masalahnya ada pada gairah.

Jadi begini, anggap saja hubungan kita dengan Tuhan seperti dengan kekasih (dan memang seharusnya begitu).  Pasti setiap kali kita pengen ketemu, pengen datang ke rumahnya, betul?

Tapi masalahnya dengan Tuhan, apakah kita beda rumah ngga sama Dia? Kalau kita masih merasa bahwa Tuhan punya rumah sendiri yang adalah Gereja dan kita merasa wajib menghadap padaNya ke rumahNya yang adalah di Gereja itu, ya sah – sah saja kalau kita masih merasa wajib ke Gereja.

But the thing is..He already invite us to be ONE.  Dia sudah mengundang kita untuk menjadi satu dan dengan demikian Dia sudah masuk ke dalam hati kita, kehidupan kita, rumah kita, kamar kita, even every breath that we take.  Jadi nggak ada masalah tentang apa pun bentuk rumahNya, karena sebenarnya Dia sudah ada dalam diri kita, kalau kita memang sudah menganggapNya demikian dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, jadi apakah kita harus ke Gereja? Jawabannya, kalau kita memang cinta sama Tuhan yang sudah ada dalam diri kita, dan kita mau menunjukkan betapa kita mengasihi Dia, dengan cara ber-ibadah padaNya, well..let’s go to Church! Let’s bring our passion, let’s show how good He is, let’s give him our tights, our offerings.  So, church is not about obligation, is about love, and finding a community, give your commitment, and show your mercy to the ones who need the most, it’s about your passion for Jesus.

 

Tips Kirim Cerpen ke Kompas Minggu

Berikut ini adalah kumpulan beberapa tips untuk menulis cerpen di Kompas Minggu dari twitter Putu Fajar Arcana, editor Kompas Minggu, semoga bermanfaat 😉

1 Kirim cerpen kpd editor #koming bisa via email opini@kompas.com atau ke alamat Redaksi Kompas Jl Palmerah Selatan 26-28 Jkt 10270 #CK

2 Jangan sesekali mengirim cerpen lebih dari 10.000 character with spaces. Sebaiknya gunakan huruf Time New Roman dg font 12 #CK

3 Cerpen yg menggarap tema2 asli Indonesia sangat diperhatikan. Usahakan tak sekadar pelukisan tp penggugatan #CK

4 Kunci cerpen koran ada pada alinea pertama. Ia hrs berupa kalimat2 yg mengundang keingintahuan dg bahasa yg kuat #CK

5 Jangan sampai terjadi salah tulis kata pd alinea pertama. Itu mengopinikan kejorokan tak terampuni di mata editor #CK

6 Pergunakan bahasa dg struktur gramatika yg sederhana hingga mudah dipahami. Tetapi berikan karakter yg kuat saat pemilihan diksi #CK

7 Hindari penggunaan kata2 yg bombas dan tidak pada konteksnya. Ia akan membunuh imajinasi yg sdg Anda bangun di hati pembaca #CK

8 Jika tak kuat benar hindari membuka cerpen dg dialog. Pembaca pertama-tama ingin tahu siapa tokoh dan mau apa dlm cerita #CK