Arti Sahabat

Kita sudah bersahabat sejak SMP. Kita tertawa, menangis dan marahan juga pernah ūüėÄ 

Banyak hal yang sudah kita lewati bersama. Cuma kadang hidup itu lucu, di saat orangnya dekat kadang kita ngga sadar kalau kita mulai kurang perhatian dengan orang tersebut, dan di saat teman kita jauh barulah kita merasa kangen sekangen kangennya bulan sama matahari (lebayy) , dan merasa kayanya dulu belum menjadi teman yang baik buat dia, tapi memang begitulah manusia bukan? 

Jadi karena kita sudah lama ngga ketemu dan memang tinggalnya beda negara juga, pengen rasanya curhat dari pagi sampai malam kaya jaman masih single dulu, cuma jaman sudah berubah, apalagi sudah punya anak, yang ada ngobrolnya keputus – putus sambil jagain si krucil yang ngga bisa diem. 

Buat saya arti sahabat cuma bisa diuji dengan jarak dan waktu. Ada teman yang akan semakin jauh ketika jarak memisahkan, tapi teman yang selalu bisa nyambung kapanpun dan mengerti kita apa adanya , mau memberi waktu  walaupun sudah lama ngga ketemu itu bagai menemukan mutiara di siang bolong, we have to keep them in our hearts forever. 

  

Is it a sin if i’m not going to church?

Now that’s a question i often ask myself when i was a teenager.

Ada satu rasa kewajiban untuk ke Gereja setiap minggu.

Sampai akhirnya saya berhenti di satu pencerahan bahwa, masalahnya bukan pada dosa atau tidak, tapi masalahnya ada pada gairah.

Jadi begini, anggap saja hubungan kita dengan Tuhan seperti dengan kekasih (dan memang seharusnya begitu).  Pasti setiap kali kita pengen ketemu, pengen datang ke rumahnya, betul?

Tapi masalahnya dengan Tuhan, apakah kita beda rumah ngga sama Dia? Kalau kita masih merasa bahwa Tuhan punya rumah sendiri yang adalah Gereja dan kita merasa wajib menghadap padaNya ke rumahNya yang adalah di Gereja itu, ya sah – sah saja kalau kita masih merasa wajib ke Gereja.

But the thing is..He already invite us to be ONE.  Dia sudah mengundang kita untuk menjadi satu dan dengan demikian Dia sudah masuk ke dalam hati kita, kehidupan kita, rumah kita, kamar kita, even every breath that we take.  Jadi nggak ada masalah tentang apa pun bentuk rumahNya, karena sebenarnya Dia sudah ada dalam diri kita, kalau kita memang sudah menganggapNya demikian dalam kehidupan sehari-hari.

Nah, jadi apakah kita harus ke Gereja? Jawabannya, kalau kita memang cinta sama Tuhan yang sudah ada dalam diri kita, dan kita mau menunjukkan betapa kita mengasihi Dia, dengan cara ber-ibadah padaNya, well..let’s go to Church! Let’s bring our passion, let’s show how good He is, let’s give him our tights, our offerings. ¬†So, church is not about obligation, is about love, and finding a community, give your commitment, and show your mercy to the ones who need the most, it’s about your passion for Jesus.

 

Visiting Opa

Visiting Grandpa is always an emotional moments for me.
There are times that i have to hide my emotional throw from him,
All i can save is precious memories of him in my childhood,
Taking me to school, cook for me, a simple egg scramble,
No matter what, i love you Opa..

20120110-135131.jpg