Berkunjung ke Pustakalana : Perpustakaan Anak di Bandung 

Seperti menemukan oasis di tengah padang gurun di siang bolong waktu saya ‘bertemu’ dengan instagram Pustakalana beberapa minggu yang lalu. Bagaimana tidak girangnya hati ini bisa menemukan sebuah perpustakaan anak yang saya lihat dari instagram-nya penuh dengan buku – buku impor yang cukup mahal harganya. Tahun 2013 saja saya beli satu buku board book bekas untuk Mary yang saat itu baru lahir harganya sekitar 4us dollar, dan nilai dollar belum naik seperti sekarang. Makanya sekarang belum kepikiran lagi beli buku impor khusus anak walaupun bekas , apalagi dalam us dollar. 

Dan memang dari dulu saya pecinta perpustakaan, bukan karena rajin belajar sih, alasannya karena di perpustakaan pas semasa kuliah selain bisa pakai internet gratis, juga bisa baca buku novel (inggris) gratis, padahal sebenarnya saya kuliah jurusan sastra Jepang 😀 

Tapi memang dari kecil sudah dibiasakan dibelikan buku – buku lumayan bermutu mungkin ya jadi sampai besar suka baca buku , rasanya kalau ke toko buku pengen dibeli semua kalau bisa walaupun budget ngga cukup. Jadi alternatif lain kalau mau baca buku ya cari ke perpustakaan. Makanya senang sekali bisa menemukan ada perpustakaan khusus anak di Bandung ini, kayanya selama tinggal di Bandung baru tahu ada perpustakaan khusus anak. 

Jadi hari kamis kemarin memaksakan diri buat datang dan buat member untuk Mary.  Awalnya sempat muter – muter jalan taman cibeunying selatan cari rumah nomor 5 yang ternyata di ujung dekat jalan bengawan, setelah tanya-tanya akhirnya ketemu juga Pustakalana. Tempatnya memang tidak terlalu besar dan menyatu dengan Bandung City Creativity Forum (BCCF) , tapi dari depan sudah kelihatan ada tempat mainan outdoor- nya , Mary langsung mau main perosotannya, tapi saya ajak masuk ke dalam dulu.  Setibanya kami di dalam langsung disambut dengan ramah oleh penjaga perpustakaan dan anaknya yang sedang membaca buku. Di dalam perpustakaan kecil itu ternyata nyaman dan bersih, berjejer berbagai buku – buku anak di rak buku yang dipisah sesuai usia anak, dan juga beberapa mainan anak seperti puzzle kayu, miniatur dinosaurus dan lain – lain yang pastinya anak – anak akan senang berlama – lama di sana selain membaca ( dibacakan ) buku. Buktinya Mary asyik mencoba mainan – mainan yang ada sementara saya mendaftar untuk menjadi member. 

Ada 3 pilihan keanggotaan perpustakaan anak Pustakalana, pertama untuk jangka waktu sebulan, saya lupa biayanya, 3 bulan Rp. 115,000 dan satu tahun Rp. 350,000 . Keanggotaannya sudah termasuk kartu member yang bisa diisi ulang sesuai keanggotaan, dan bebas meminjam buku sesuai keanggotaan ( untuk yang 3 bulan maksimal 3 buku sekali pinjam) dan jangka waktu 2 minggu sekali pinjam. Buat saya mengeluarkan uang sejumlah itu dan bisa meminjam buku – buku impor berkualitas rasanya puas sekali, belum lagi ditambah bisa ikut berbagai kegiatan yang diadakan tiap minggunya dengan harga diskon jika menjadi member. 

Jadi kemarin setelah menjadi member , langsung deh saya pinjam 3 buku untuk Mary , biasa kita punya jam khusus untuk membaca , kalau pagi setelah mandi/ siang setelah makan siang (untuk menghindari menonton tv /  youtube) dan waktu malam sebelum tidur. Dan memang dari hamil saya sendiri sudah membiasakan membacakan buku untuk Mary, jadi mungkin karena itu Mary jadi suka membaca juga. Walaupun ketika di perpustakaan Mary tidak terlalu tertarik untuk membaca buku , justru lebih tertarik dengan mainannya, hehe , tapi sewaktu di rumah malam harinya Mary kelihatan senang sekali membaca “Wheel On The Bus” dan “Five Little Monkeys Jumping On The Bed” ya sambil loncat – loncat juga 😀 Semoga bukunya bisa dikembalikan tepat waktu , hihi. 

Pustakalana

Jl. Taman Cibeunying Selatan No.5 

jam buka : (Senin – Sabtu )Pk. 09.30 – 16.00 

Instagram : Pustakalana 

   
    
    
 

Review Buku: A Beatrix Potter Baby Book

Here it comes! Bought it last month from Betterworld books and now in my hands! Can’t be more happier.. 🙂 Pas lagi discount akhir bulan kemarin dan used good book, artinya bekas tapi masih bagus walaupun ada bagian depan yang sudah diisi. But everything is just fine and beautiful for keepsake precious moments. Bukunya detil ada pencatatan semenjak sebelum lahir, harapan orang tua, ide nama, sampai family tree dan perkembangan bayi selama setahun. Harganya juga murah nggak sampai 100ribu plus ongkir yang gratis. Jadi ketagihan berburu buku di Betterworld books, nih! 🙂

Packaging

20121110-113911.jpg

Yang sudah terisi

20121110-113938.jpg

Ilustrasi yang indah

20121110-113955.jpg

Jurus Jitu Bikin Cerpen: Buku 28 Jurus Beken dengan Cerpen

Selama tahun 2011 kemarin, saya lagi getol untuk belajar dan terus belajar bagaimana menulis dengan teknik yang benar, terutama untuk cerita pendek. Sampai di pertengan tahun kemarin akhirnya bertemu dengan FiXiMix dan mendapat kesempatan untuk belajar disana dengan pembimbing – pembimbing yang luar biasa seperti Cerpenis senior, Mas Kurnia Effendi, dan Pemred Cita Cinta, Mbak Emma Alliudin. Danberikut ini adalah hasil tulisan dari semua alumni yang pernah belajar di kelas kafe cerpen FiXiMiX yang dikenal dengan sebutan kelas “Beken dengan Cerpen” sepanjang 3 angkatan (2009 – 2011), dan hampir semuanya sudah dimuat di media massa. Merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi saya untuk bisa tergabung juga di proyek ini, selamat menikmati! 🙂


Terbit Februari 2012
Ukuran: 14,8 cm X 21 cm
Tebal: 213 halaman
harga: Rp 45.000
Penerbit: FiXiMedia, Penerbit Fiksi dan hal lain Terkait Fiksi

Pemesanan melalui FiXiMiX. Bisa melalui inbox FB ini, atau e-mail: fiximedia@yahoo.com, atau telepon             021 930 978 69      . Terimakasih.

–Dan ada satu hal yang tidak bisa kujelaskan pada Ibu. Satu ramalan besar dalam hidupku. Tentu saja tentang pernikahan. Diramalkan aku akan menikah dengan seorang laki-laki yang tidak menutup matanya saat orgasme. Terdengar gila. Tapi aku percaya.– (Perempuan Api, oleh Swistien Kustantyana)

–Aku percaya bahwa ada pesan yang tertitipkan pada setiap angka enam yang bergulir. Seperti sejarah ketika Kristus disalib pada hari keenam dan selesai pada jam keenam. Semua itu ada dalam Injil. Di dalam berbagai ajaran, Tuhan menyempurnakan proses penciptaannya dalam enam hari. Aku tidak mengkhususkan diri pada suatu cara bagaimana aku mengenal Tuhan. Setengah sisi dari otakku yakin bahwa Ia sesungguhnya tercipta dari dongeng Manusia-Manusia di suatu kala, sementara setengahnya lagi mengakui benarnya fakta bahwa ya, aku butuh sesuatu yang lebih hebat untuk berlindung.– (Tuhan pada Jam Enam Sore, oleh Woro Liana)

–Aku juga sayang Bapak, beliau khawatir aku tidak meneruskan pendidikan ke universitas. Tapi Ibu tidak khawatir, hanya mengernyit. Aku tak sayang Ibu. Ia bilang aku sebaiknya langsung mencari pekerjaan saja.

Jocelyn, kakakku nomor dua alisnya juga sudah tidak tebal lagi. Dia merasa apes lalu sibuk mencabutinya hampir sehari sekali dan mengatur bentuknya sehingga tidak sama lagi lengkungannya dengan lengkungan alis Bapak. Alis brengsek ini cepat sekali tumbuh, keluhnya berulang-ulang.
Dia juga mengeluh soal hidung yang besar dan lebar. Ini juga punya Bapak yang tidak kupunya. Jadi lagi-lagi Jocelyn merasa apes, aku juga, tapi dengan alasan yang berbeda. Oh, andai saja hidung ini bisa dicabut dan diatur seperti alis, omelnya. Sayang sekali satu-satunya jalan adalah operasi plastik. Hidungku sendiri tidak terlalu lebar dan besar; ini patut disyukuri sebenarnya, karena punya hidung seperti itu lumayan mengganggu penampilan. Jocelyn sebenarnya cantik tapi sekali lihat mukanya kau bakal berpikir ada sesuatu yang salah tempat. Tetap saja aku ingin hidungku bisa semegah dan sejelek punya empat saudaraku yang lain, atau paling tidak ada salah satu dari mereka yang tidak punya alis dan hidung Bapak, untuk menemaniku. Betapa aku ingin semirip mungkin dengan Bapak dengan segala kesalahan teknis pada mukanya.– (Cemburu, oleh Nana Telly)

_____________

Tak hanya penuh dengan jurus untuk melahirkan dunia-dunia, pulpen ini pun lengkap mengangkat peristiwa yang sempat menghebohkan dunia penulisan cerpen baru-baru ini: pro-kontra cerpen yang dianggap sebagai plagiat. Agar Anda tak penasaran, di sini kami tampilkan kedua cerpen tersebut secara utuh. Perempuan Api – Swistien Kustantyana dan Ramalan – Micky Irawan. Micky rupanya terkesan pada Perempuan Api, sehingga terinspirasi membuat jawabannya dalam Ramalan. Simak, bandingkan, dan nikmati kedua versi cerita ini sampai puas.

Tak ingin tanggung-tanggung, jurus 3 angkatan kami beberkan di sini. 28 jurus, 28 dunia. Semua tentu demi kepuasan Anda.