Don’t Judge A Mother By Her Cover

Saya menuliskan posting ini ketika malam datang dan anak sudah terlelap bersama ayahnya yang sudah duluan tertidur karena kurang enak badan. Malam hari seperti ini adalah waktu yang ideal bagi saya untuk sendiri. Ya, sendiri di malam minggu. 

Kalau dulu ketika masih single , malam minggu seperti ini rasanya kesepian sekali karena masih sendiri. Nah sekarang kebalikannya, kadang saya antusias menunggu malam minggu karena hari sabtu adalah waktu libur suami dan dia akhirnya bisa pulang ke Bandung, yang artinya saya bisa punya waktu untuk diri sendiri, lepas sejenak dari anak yang bermain bersama ayahnya, atau tidur duluan bersama ayahnya. 

Manusia memang lucu dan tidak pernah puas. Yang single pengen cepat menikah, yang sudah menikah pengen punya waktu buat diri sendiri. 

Tapi memang segala sesuatu perlu keseimbangan, dan buat saya seimbang artinya kita perlu merasakan apa arti kesepian dan apa artinya mempunyai sebuah keluarga, yang artinya juga mengorbankan keegoisan diri. 

Kadang ketika saya melihat ibu – ibu lain yang punya anak lebih dari satu, bahkan lebih dari tiga, kok bisa ya mereka mengurus anak banyak, bahkan ada yang masih sambil bekerja juga. Sedangkan saya baru punya anak satu rasanya sudah kelelahan mengurus anak selama seminggu tanpa ayahnya, dan ingin cepat – cepat menyongsong weekend. 

Bahkan saya sempat iri dengan sahabat – sahabat saya yang sukses punya usaha sendiri dan masih bisa mengurus ketiga anaknya, dan satu sahabat saya yang tinggal di luar negeri, yang pasti lebih berlimpah dalam hal materi dan tinggal bersama suami juga, artinya tidak ada yang hidup long distance seperti saya. 

Tapi lucunya ya kok tetap saja terakhir bertemu mereka ada saja keluhannya, yang stress lah, yang ada masalah dengan suaminya, capeknya mengurus anak, dan lain – lain. Ternyata sama saja permasalahan ibu – ibu dimana – mana, cuma beda jenisnya saja, kalau saya termasuk jenis ibu – ibu weekend wife alias ditinggal kerja suami beda kota. 

Kadang sebagai ibu kita merasa banyak kekurangan, dan melihat orang lain lebih sempurna. Tapi ada juga ibu – ibu yang mencibir ibu – ibu lain yang dari luar kelihatannya cuek, tapi sebenarnya sangat penuh kasih sayang terhadap anaknya. Permasalahannya sama saja, kita manusia cenderung menilai orang lain dari penampilan dan kesan di luarnya saja. 

Pernah dulu ketika saya masih bekerja di Jakarta, kesan pertama saya melihat bos dengan tampangnya yang urakan, rambut gondrong, berjenggot dan gaya bicaranya ceplas ceplos cenderung kasar. Saya pikir wah ini bos galak sepertinya. Tapi setelah lama bekerja sama, apalagi melihat kedekatannya dengan anaknya, yang cukup sabar mengurus anaknya, sampai dibawa meeting ke kantor, ternyata orangnya sangat baik, dan saya sangat senang punya bos seperti beliau. Ini kebalikannya dengan saya, kesan pertama yang kebanyakan saya dengar dari orang, juga dari bos saya dulu itu, saya ini orangnya klemak klemek, tipikal orang Jawa lah , yang senyum – senyum, ramah, suara lembut, padahal saya tuh sebenarnya nggak sabaran orangnya, ingin segala sesuatu cepat selesai, apalagi menghadapi anak kecil, dari dulu paling nggak ngerti bagaimana mengajari anak kecil. Bahkan saya sempat bekerja sebagai guru les untuk anak – anak dan hanya bertahan 3 bulan saja. Itu sudah rekor lho! 

Jadi pengalaman menjadi ibu buat saya kendala terbesarnya adalah kesabaran. Bisa saja ibu – ibu yang lain tampak bahagia dan posting sana – sini tentang bagaimana mengurus anak , dan membuat saya iri. Tapi kedalaman hati manusia siapa yang tahu, intinya semua manusia punya masalahnya masing – masing. Saya masih bisa marah dengan anak saya, kadang juga membentak dan menyesal di kemudian hari. Kemudian saya berpikir betapa kurangnya saya sebagi seorang ibu, tapi kemudian saya sadari kalau segala sesuatu harus berproses, menjadi ibu juga berproses. 

Jadi saya belajar berhenti membanding – bandingkan dan hanya berusaha menjadi ibu yang lebih baik untuk anak saya setiap harinya. Dan berharap satu hari bisa lulus dengan baik di hadapan pencipta saya. 

Let’s be kind, moms, everyone are having their own battles. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s