Jurus Jitu Bikin Cerpen: Buku 28 Jurus Beken dengan Cerpen

Selama tahun 2011 kemarin, saya lagi getol untuk belajar dan terus belajar bagaimana menulis dengan teknik yang benar, terutama untuk cerita pendek. Sampai di pertengan tahun kemarin akhirnya bertemu dengan FiXiMix dan mendapat kesempatan untuk belajar disana dengan pembimbing – pembimbing yang luar biasa seperti Cerpenis senior, Mas Kurnia Effendi, dan Pemred Cita Cinta, Mbak Emma Alliudin. Danberikut ini adalah hasil tulisan dari semua alumni yang pernah belajar di kelas kafe cerpen FiXiMiX yang dikenal dengan sebutan kelas “Beken dengan Cerpen” sepanjang 3 angkatan (2009 – 2011), dan hampir semuanya sudah dimuat di media massa. Merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi saya untuk bisa tergabung juga di proyek ini, selamat menikmati! 🙂


Terbit Februari 2012
Ukuran: 14,8 cm X 21 cm
Tebal: 213 halaman
harga: Rp 45.000
Penerbit: FiXiMedia, Penerbit Fiksi dan hal lain Terkait Fiksi

Pemesanan melalui FiXiMiX. Bisa melalui inbox FB ini, atau e-mail: fiximedia@yahoo.com, atau telepon             021 930 978 69      . Terimakasih.

–Dan ada satu hal yang tidak bisa kujelaskan pada Ibu. Satu ramalan besar dalam hidupku. Tentu saja tentang pernikahan. Diramalkan aku akan menikah dengan seorang laki-laki yang tidak menutup matanya saat orgasme. Terdengar gila. Tapi aku percaya.– (Perempuan Api, oleh Swistien Kustantyana)

–Aku percaya bahwa ada pesan yang tertitipkan pada setiap angka enam yang bergulir. Seperti sejarah ketika Kristus disalib pada hari keenam dan selesai pada jam keenam. Semua itu ada dalam Injil. Di dalam berbagai ajaran, Tuhan menyempurnakan proses penciptaannya dalam enam hari. Aku tidak mengkhususkan diri pada suatu cara bagaimana aku mengenal Tuhan. Setengah sisi dari otakku yakin bahwa Ia sesungguhnya tercipta dari dongeng Manusia-Manusia di suatu kala, sementara setengahnya lagi mengakui benarnya fakta bahwa ya, aku butuh sesuatu yang lebih hebat untuk berlindung.– (Tuhan pada Jam Enam Sore, oleh Woro Liana)

–Aku juga sayang Bapak, beliau khawatir aku tidak meneruskan pendidikan ke universitas. Tapi Ibu tidak khawatir, hanya mengernyit. Aku tak sayang Ibu. Ia bilang aku sebaiknya langsung mencari pekerjaan saja.

Jocelyn, kakakku nomor dua alisnya juga sudah tidak tebal lagi. Dia merasa apes lalu sibuk mencabutinya hampir sehari sekali dan mengatur bentuknya sehingga tidak sama lagi lengkungannya dengan lengkungan alis Bapak. Alis brengsek ini cepat sekali tumbuh, keluhnya berulang-ulang.
Dia juga mengeluh soal hidung yang besar dan lebar. Ini juga punya Bapak yang tidak kupunya. Jadi lagi-lagi Jocelyn merasa apes, aku juga, tapi dengan alasan yang berbeda. Oh, andai saja hidung ini bisa dicabut dan diatur seperti alis, omelnya. Sayang sekali satu-satunya jalan adalah operasi plastik. Hidungku sendiri tidak terlalu lebar dan besar; ini patut disyukuri sebenarnya, karena punya hidung seperti itu lumayan mengganggu penampilan. Jocelyn sebenarnya cantik tapi sekali lihat mukanya kau bakal berpikir ada sesuatu yang salah tempat. Tetap saja aku ingin hidungku bisa semegah dan sejelek punya empat saudaraku yang lain, atau paling tidak ada salah satu dari mereka yang tidak punya alis dan hidung Bapak, untuk menemaniku. Betapa aku ingin semirip mungkin dengan Bapak dengan segala kesalahan teknis pada mukanya.– (Cemburu, oleh Nana Telly)

_____________

Tak hanya penuh dengan jurus untuk melahirkan dunia-dunia, pulpen ini pun lengkap mengangkat peristiwa yang sempat menghebohkan dunia penulisan cerpen baru-baru ini: pro-kontra cerpen yang dianggap sebagai plagiat. Agar Anda tak penasaran, di sini kami tampilkan kedua cerpen tersebut secara utuh. Perempuan Api – Swistien Kustantyana dan Ramalan – Micky Irawan. Micky rupanya terkesan pada Perempuan Api, sehingga terinspirasi membuat jawabannya dalam Ramalan. Simak, bandingkan, dan nikmati kedua versi cerita ini sampai puas.

Tak ingin tanggung-tanggung, jurus 3 angkatan kami beberkan di sini. 28 jurus, 28 dunia. Semua tentu demi kepuasan Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s