Dear Anne #20harinulisduet with @bellazoditama

20120215-212302.jpg

Dear Anne,
Apa kabar kamu di sana? Aku berharap kamu menikmati semua yang telah kumakan hari ini, ada roti gandum, ikan tuna dan keju rendah lemak, serta susu, cukup untuk gizi kita berdua bukan, sayang? Memang aku tahu hari ini memang panas, kamu pasti mau ice cream ya? Nanti ya sayang, aku masih kenyang.

Kamu tahu kalau kata orang, aku ini telat menjadi ibu karena usiaku yang sudah kepala tiga, dan nantinya bakal susah, dan bla bla. Banyak sekali fakta yang bisa membuatku semakin ragu untuk memilikimu, namun aku dan kekasihku sangat yakin dan percaya bahwa kamu akan hadir nantinya, melengkapi satu bagian di tengah rumah kami, yang sudah kami bangun dengan cinta.

Memang di awal membangun keluarga kecil ini, kami melalui masa – masa yang sulit, tahun pertama pernikahan itu memang tahun penyesuaian, dan cukup berat bagi kami menjalaninya, apalagi kamu belum juga muncul. Tapi di setiap saat mata kami beradu dan membicarakan tentangmu hangat, memikirkan namamu, mendisain ruanganmu, bahkan sebelum kamu ada, aku sudah sangat yakin kamu akan hadir, dan menuliskan kisah cinta baru dalam kehidupan kami.

Kamu tahu Anne, kehadiranmu memang sangat kami tunggu-tunggu, seperti sebuah kembang api yang muncul di saat malam tahun baru. Aku merasa begitu bahagia, ketika tahu di dalam rahimku ada sebuah janin yang akan menjadi anak pertamaku nanti. Kamu.
Tidak ada sesuatu yang lebih membahagiakan dibandingkan dengan kehadiranmu nanti, Anne.

Anne, calon anakku kelak, bolehkah aku tahu apa yang selama ini kamu lakukan di dalam perutku? Gerakanmu sungguh lincah sekali, membuat aku sering tersentak kaget karena semua itu terasa tiba-tiba. Dua jiwa yang disatukan dalam tarikan nafas. Kita berdua.

Anne, sayang, aku berjanji tidak akan pernah menuntutmu menuruti semua keinginanku, karena aku sadar kalau kamu akan memilih jalanmu sendiri. Entah menjadi seorang pelukis, penari, penyiar, atau bahkan anggota DPR sekalipun. Aku dan calon Ayahmu nanti akan mendukung semua yang kamu cita-citakan, asalkan masih dalam jalan yang sesuai di jalan-Nya.

Cepatlah kamu besar ya, biar aku dapat mendengar tangisan pertamamu, dan melihat wajahmu lalu menebak-nebak kamu akan lebih mirip siapa nantinya.
Kecup hangat dari Ibumu…

***

“Ma, aku pulang…” terdengar suara suamiku yang memanggilku dari pintu depan. Perlahan-lahan aku menghampirinya dengan perasaan senang.
Belum sampai aku menghampirinya, dia sudah menghampiriku terlebih dahulu. Pertama, mengecup kening dan telapak tanganku, seperti ritualnya sehabis pulang kerja. Lalu mengecup perutku yang membesar karena sedang mengandung anak pertama kali, yang kata dokter akan lahir beberapa bulan lagi dan berjenis kelamin perempuan, sehingga kami berdua sepakat untuk menamainya Anne.

“Hari ini Anne ngapain aja, Ma?” tanyanya sembari tersenyum kecil. Sungguh manis sekali.
“Mama bacain dia dongeng dan dengerin dia musik, Pa. Terus Papa mau tau nggak reaksinya Anne kayak gimana saat itu?” Aku bercerita dengan semangat yang menggebu.
“Emang gimana, Ma?”
“Dia nendang-nendang Pa. Seakan-akan pengen bilang, ‘Mama ceritanya bagus’ atau ‘Mama, makasih ya.’ “
Suamiku mendekatkan wajahnya ke perutku. Dia mencoba ‘berbicara’ dengan Anne.
“Anne, Papa mau tanya dong kamu seneng ya dibacain cerita sama Mama?”
DUG! DUG! DUG!
Perutku kembali ditendang-tendang oleh Anne. Kami berdua tertawa menantikan kedatangan anggota keluarga kecil kami beberapa bulan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s