[Travel] Balige Trip – Juli 2011

 

Sebenarnya ini postingan sudah tahun lalu direncanakan untuk di publish, tapi baru keinget dan sempet sekarang setelah tenggelam dalam draft saja.

Sebuah kesempatan yang indah ketika Amang (Bapak mertua) mengajak kami pergi ke kampung Opung di Balige setelah kami menikah.  Tentu saja saya seneng banget, belum pernah ke Balige dan apalagi penasaran mau mencoba Mie Gomak yang asli asalnya dari Balige.

Kami pergi pagi, waktu itu di Bulan Juli 2011,  dan perjalanan dari Stabat melewati kota Medan sampai ke Balige memakan waktu hampir 5 jam.

Ini adalah perjalanan pertama saya ke Balige, disambut dengan udara sejuknya merupakan hal pertama yang membuat hati teduh.  Balige adalah sebuah kota kecil, di wilayah Sumatera utara, dan disini terletak kampung leluhur kami dari marga Napitupulu.  Memasuki kampung tersebut ternyata sudah ada gapura yang menandakan bahwa itu adalah kampung Napitupulu, saya sempat juga berfoto di sana, dan ada makam leluhur juga.  Rumah yang kami singgahi juga merupakan rumah peninggalan Opung yang asli yang sekarang didiami oleh adik dari Bapak mertua.

kampung Napitupulu

Balige from the top

Sebenarnya saya sudah tidak sabar untuk mencoba makanan khas di sini, yaitu Mie Gomak, yang menurut salah satu teman saya, adalah Mie terenak dari Surga.

Menurut asal katanya, Gomak itu artinya mie lidi-nya digenggam dengan tangan lalu dicampur ke kuah santannya.  Sore-sore saya berencana untuk mencari Mie Gomak ke pajak (pasar) atau tempat jajanan malam, namun menurut keluarga Inang Uda, lebih baik menunggu pagi saja nanti biasa banyak dijajakan untuk sarapan.  Wah, lidah saya ternyata memang harus bersabar menunggu beberapa waktu lamanya untuk bisa mencicipi ‘Mie terenak dari Surga’ itu.

Sore harinya kami ada pergi ke suatu pantai yang saya lupa namanya hehe..ya lumayan lah untuk bersantai dan main-main air, di depannya itu masih lanjutan dari Danau Toba yang memanjang sampai ke Balige. Lalu kami sempat juga ke makam pahlawan Sisingamangaraja dan berfoto di sana.

Pantai menuju danau Toba

Pagi-pagi saya sudah siap bangun dan langsung mandi, sambil menunggu penjaja Mie Gomak lewat di depan rumah Inang Uda saya.  Ternyata yang menjual Mie Gomak itu memang tetangga sendiri yang suka mangkal di daerah rumah Inang Uda.  Lalu jadilah kami memesan beberapa porsi Mie Gomak untuk sarapan.  Pertama kali lidah saya mencicipi, seperti dikejutkan oleh kesegaran kuah santan, andaliman, daun jeruk dan rasa pedas yang segar dan hangat.  Wow, luar biasa, rasanya sungguh nikmat, apalagi menyantapnya ditemani dengan suami dan keluarga yang baru.

Penampakan Mie Gomak :p

Begini toh rasa Mie terenak dari Surga, tidak hanya rasa kuahnya, namun sayurnya juga enak, ada lawuh dan tempe, harganya pun sangat murah, tiga ribu perak saja seporsi   Ibu Mertua saya mungkin sampai terpesona melihat bagaimana saya menyantapnya, sampai beliau janji mau membuatkan Mie Gomak di rumah kami di Medan, namun yang tidak terlalu pedas seperti ini, wah saya semakin gembira, rasanya dikasih berapa porsi pun masih ingin menyantapnya, hehe.

 

Lalu hari itu siangnya kami berencana pulang ke Stabat sambil lewat Danau Toba dan menyeberang ke Pulau Samosir dan desa Tomok. Ini bukan pertama kalinya bagi saya berkunjung ke Danau Toba, bahkan waktu pertama kali ke tempat ini di tahun 2010, saya dan keluarga menikmati pemandangan dua pelangi yang menghiasi Danau Toba, begitu indah. Dan di tahun 2010 itu Ibu saya bilang, “Nanti kamu tahun depan nikahnya juga dua kali..satu di Bandung, satu di Medan.” , kata Mama waktu itu, karena memang rencana pernikahan kami akan dirayakan dua kali, dan benar juga, puji Tuhan semua itu terjadi.  Jadi sewaktu tahun 2011 itu saya akhirnya bersama dengan suami dan keluarga suami pergi ke Danau Toba, saya mengingat betapa kebesaran Tuhan dan janjiNya untuk kami tidak pernah gagal, it was amazing.

Danau Toba dan dua pelangi tahun 2010

saya dan suami, 2011, menyeberangi Danau Toba

sampai di Tomok

Si gale gale

Tomok ini merupakan desa kecil yang dijadikan tempat wisata, banyak menjual pernak – pernik , baju, aksesoris, kain ulos dan banyak lagi macamnya.  Dan kebanyakan anak – anak kecil antusias untuk melihat si gale gale yang konon bisa menari sendiri.

 

4 respons untuk ‘[Travel] Balige Trip – Juli 2011

  1. Catherine Ombink berkata:

    mi gomak hihihihi…mi di gomak (diraup pake tangan)- begitu awalnya, makannya langsung pake tangan xixixi… gw juga nih ya may..walopun orang batak tapi baru makan mie gomak itu pertama kalinya setelah gw menikah – itu jg krn disuguhkan ketika acara kebaktian lingkungan – sempat nolak makan mie itu, eh lama-lama mau dan akhirnya bisa bikin ndiri hihihihi…dikasih kuah kacang (pecel) tambah nikmat may…sluuurrrpppp ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s