Merindukanmu Itu Seru #15HariNgeblogFF day 12

Hari Senin.

Aku tidak biasa sarapan seperti ini.

Roti bakar gosong.
Telur omelette terlalu asin.
Segelas orange juice tidak dingin.
Rambut tak ditata, masih saja pakai piyama.

Apakah itu suara dengung tak berujung di dekat detak yang gemuruh?
Jika bukan karena waktu, mungkin aku tidak akan tersenyum sendiri, menahan rajaman rintih.

Layar bbm lebih menggiurkan dibanding kuning telur keemasan yang menanti dihabiskan.
Suara televisi lebih enak didengar ketimbang sunyi yang bergemuruh.

Jadwal hari ini, kunyatakan kosong, demi satu panggilan percakapan yang kunanti di layar kotak depan meja.

Agar waktu tidak marah, kalau selalu kucemberuti, padahal kita sudah berteman lama, akhirnya aku beralih pada video tentang kisah seorang pria petualang, mendaki bromo demi hubungan cintanya pada lukisan Tuhan.

“Everytime I was there, it was like dancing with the gods.”

Apa itu menari dengan dewa? Aku tidak bisa menari, kataku di satu percakapan kita. Dan kamu menggerutu, tidak perlu bisa menari katamu.

Katamu juga aku terlalu kaku, selalu melihat sesuatu dari kacamata tebalku saja, maka itu sekarang aku menggantinya dengan softlens, agar kamu tidak bergeming dan mengajakku menari.

Hari Selasa, sudah jam lima, bbm masih tanpa aba-aba akan pesanmu yang kunanti merana. Apakah kali ini harus aku yang memanggilmu tiba-tiba? Kutekan huruf pertamamu, R. Tapi aku ragu! Bagaimana jika kamu sedang di hutan belantara, dan tiba-tiba terkejut karena panggilanku yang serta merta, lalu seekor harimau mencengkerammu? Aku tertawa sendiri, lagi.

Hari Sabtu, minggu depannya lagi. Kini aku sedikit lebih benci pada hari libur. Karena itu berarti akan ada waktu lebih menanti senyummu yang jahil di layar kotak depan meja.

Kini aku mengganti piyamaku dengan tank top merah muda, mungkin karena piyama yang sama itu kamu jadi tak ingin melihatku lagi, mungkin? Boleh dong aku mencoba-coba berharap dirimu bisa tertarik padaku karena fisikku saja? Walaupun kamu pernah berkata bahwa dunia itu tidak adil jika masih percaya pada pandangan pertama, bagaimana untuk mereka yang buta? Bukankah hati lebih merasa? Ah, harapanku sepertinya semakin ingin melayang saja.

Jam setengah tujuh, mataku kini beralih pada pemandangan indah di depan televisi, sepasang kekasih bercinta di pulau terpencil, namun desahnya membuatku semakin meringis, ingin nangis bukan karena terharu, namun berhenti di suatu fakta, malam minggu ini sepertinya aku akan sendiri, lagi.

Jam sembilan malam. Kini aku tertawa, bermain hashtag dengan teman tapi mesra, walau aku tidak tahu dia siapa. Lalu mencoba tersenyum lagi, karena sahabatku yang baru menikah beberapa bulan lalu akhirnya menelepon untuk mengabarkan kalau dia hamil, sungguh sangat bahagia, sampai tak terasa air mata menetes di pipi, aku menggigit bibirku, perih. Kuputuskan untuk mematikan semua gadget sebagai sarana menghubungkanku dengan dirimu, iya, aku ingin berhenti dari rollercoaster ini, dan tenggelam dalam sepi di bantal kesayanganku.

Hari Minggu pagi.

Aku berusaha mengubah caraku bangun tidur, merubah menu sarapan dengan bubur ayam, dan mandi lebih pagi bahkan sebelum menggosok gigi. Kini aku tidak pakai piyama, tapi t-shirt dan jeans saja, minumku kopi, sambil baca koran pagi, dan sengaja lupa menyalakan blackberry . Ah, mungkin ini bisa jadi awal yang baru, untuk tidak mengingatmu sendu.

Telepon rumah berbunyi.
“Halo”, kata suara di seberang sana yang hampir saja kulupa.

“Iya.” kujawab dengan singkat, sambil mencoba mengatur irama nafasku yang ingin kembali menggebu.

“Hey, kamu apa kabar? Kok kemarin malam nggak online? Kan biasa kita chat jam sebelas? I’ve been waiting for you, banyak banget yang mau aku ceritain, sori dua minggu ini susah sinyal, aku habis dari Labuan Bajo, oh my god! It was like..”

“Tunggu..kamu kecepetan, sebentar ya..”

“Hah? Kamu mau kemana?”

Sebentar saja, aku ingin mengingat hari ini, dan mencabut kembali bendera putih tanda berdamai dengan ketidakpastian. Aku masih ingin naik ke rollercoastermu. Karena kalau cinta bagimu adalah seperti sebuah rollercoaster, maka aku ingin teriak bersamamu, dan nikmati saja adrenalin rush ini, seperti tidak ada hari esok lagi, dan berharap bisa mencuri satu kecupan di tengah-tengah perjalanan.

4 respons untuk โ€˜Merindukanmu Itu Seru #15HariNgeblogFF day 12โ€™

    • Maya Melivyanti berkata:

      Makasih sdh berkunjung, aku barusan jg berkunjung ke blog mbak ayank..cm blm meninggalkan jejak, hehe.. ๐Ÿ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s