Ada Dia Di Matamu #15HariNgeblogFF day 6

Aku tidak menyangka akan kembali ke kota ini sebelum waktunya, jika bukan karena dia.

Dia yang selalu setia menungguku, bercerita gembira lewat skype, ym, dan tak jarang kulihat dia menangis jujur, mengaku rindu yang terpendam. Bagaimana bisa kumenahan untuk tak merengkuhnya, di hari ulang tahunnya kini.

Kusiapkan hati dan sekotak hadiah ulang tahun yang kutahu akan membuat matanya terbelalak lucu, dan langsung naik taksi menuju rumahnya.

“Besok mau ada syukuran kecil-kecilan gitu deh di rumah, sama temen-temen dan keluarga, kamu nggak lupa kan ulang tahunku?” begitu katanya kemarin malam lewat percakapan kami di skype, yang membuatku semakin mantap, namun tentu aku pura-pura tidak tahu,

“Ah masa besok sih? Bukannya minggu depan ya?”, dan seperti dugaanku, percakapan kami berhenti pada satu pertengkaran, rencanaku semakin mantap, pasti dia tidak akan menduga kalau aku akan datang malam ini.

Kulangkahkan kaki pasti membuka pagar depan rumahnya, terlihat deretan mobil di sepanjang pagar, pasti tamu-tamunya sudah pada datang. Pintu depan tidak dikunci, aku lagsung masuk ke dalam rumah. Ruang tamu ternyata sudah dipenuhi orang banyak, tapi mataku langsung bisa menangkap sesosok perempuan memakai dress bunga-bunga yang sedang tertawa lebar, dikerumuni teman-temannya, ia tampak bercahaya. Lalu seperti merasa bahwa aku sedang memperhatikan, dia menoleh padaku, dan senyumnya terhenti.

“Randy? Ka..kamu disini?”

“Hai beautiful..surprise..” kurengkuh tubuhnya sambil mencium keningnya, namun tatapannya seakan melihatku penuh dengan keanehan, tatapan yang belum pernah kulihat sebelumnya.

“Kamu kok nggak bilang kalau mau datang?” tanyanya dengan nada kesal, dan masih belum kulihat senyum sumringah pada wajahnya.

“It doesn’t matter, kan? Yang penting aku ada disini buatmu, ini kado buat kamu..”

Aku tak mengerti mengapa air mukanya berubah sendu, sambil menerima hadiah dariku.

“Randy..aku..minta maaf..”

“Buat?”

Mata kami beradu, mataku yang penuh dengan tanya, dan matanya yang ingin berbicara, namun tertutup ragu dan linangan air mata. Dunia seperti berhenti saat ini, yang ada hanya dua hati, mencoba mencari arti, semakin lama kumenatapnya, semakin lama aku mengerti.

Air matanya berbicara, matanya bercerita, tentang suatu penyesalan, suatu pengakuan, akan sebuah kesalahan, yang semakin lama membuat sesak di dadaku, sepertinya aku tahu apa itu.

“Ada dia di matamu..”

Sekotak kado terlepas dari tangannya, suaranya jatuh ke lantai seperti mendentumkan detakan jantungku, tangisannya makin menjadi-jadi, dan aku hanya bisa mencoba tetap berdiri tegap, sementara sekelilingku berubah menjadi gelap.

6 respons untuk β€˜Ada Dia Di Matamu #15HariNgeblogFF day 6’

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s