Dag Dig Dug #15HariNgeblogFF day 2

Sungguh tragis. Sementara semua orang tampak menghabiskan waktunya untuk bersantai dan menikmati suasana malam yang dihiasi lampu obor dan pohon kelapa yang daunnya melambai di sepanjang tepi kolam, serta cahaya bulan memantul di riak pantai depan hotel kami yang indah ini. Sedangkan sebentar lagi aku akan menerima omelan dari bos-ku, Mr. Dalton, akibat ulah bodohku kelupaan file di presentasi penting tadi siang.

Mr. Dalton melambaikan tangannya padaku segera setelah mata kami bertemu, dia sedang berdiri di sebelah meja, tampak rileks dan seperti biasa, memukau. Namun tetap saja ketegangan bisa kulihat dari wajahnya yang tidak tersenyum dan menatapku tajam itu. Mr. Dalton lalu menarik kursiku dan mempersilahkanku duduk, like a British gentleman.

I already order for us, crab meat salad and fresh whole lobster, kamu suka seafood, kan?”

Oh yes! Aku suka apa saja jika bersama denganmu!

“Ehm, ya Pak.”, jawabku sambil menelan ludah.

Ok, tentang meeting tadi siang..”

“Ya, tentang meeting itu, saya benar-benar minta maaf. Saya berjanji nggak akan melakukan hal bodoh seperti tadi lagi, Pak!”, aku sengaja memotong pembicaraan, sebelum Mr. Dalton membuat keputusan lain yang akan kusesali.

“Itu tidak menjadi masalah. Karena akhirnya Mr. Tanaka menandatangani kontrak kerjasama.”

Lega rasanya, namun aku merasa ada keresahan di suara Mr. Dalton. Selama berbicara denganku, ia hanya menunduk, sambil meneguk segelas wine berkali-kali, lalu berdehem. Jujur aku tegang dibuatnya. Kemudian Mr. Dalton menatapku dengan tatapan aneh sambil berkata,

I’m sorry Nayla, but I have to say this, I have to fire you.

What? Tapi kontrak kerja kita berhasil, Pak?”

“Iya,tapi ada hal lain yang susah untuk saya jelaskan.”

“Saya sungguh tidak mengerti, Pak! Tolong jelaskan!”

You can’t push me like that? I’m the boss here! Pokoknya kamu saya pecat!”

Emosiku meledak! Teganya Mr. Dalton berteriak padaku di tengah keramaian.

Fine,if you want me to go, I’ll go!”, kuberlari keluar restaurant dengan perasaan kesal. Tanpa sadar air mataku mengalir di pipi. Kulepas high heels dan berlari menuju pantai tepat di depan hotel. Tiba-tiba kurasakan tangan Mr. Dalton menarik tangan kananku, aku terpaksa berhenti. Bayangan tubuh kami berhadap-hadapan di pasir pantai, terkena pantulan rembulan, tubuhku begitu pendek dan kecil dibanding dengan tubuhnya yang menjulang tinggi.

“Nayla, I’m sorry.

That’s all? Ok, fine.”,balasku singkat sambil memalingkan tubuh dan berlari menjauh darinya. Namun seketika itu degup jantungku bergerak lebih cepat mendengar teriakannya yang lantang,

“NAYLA, I’M IN LOVE WITH YOU, THAT’S WHY I FIRED YOU!”

Ya Tuhan, Apa aku tidak salah dengar? Baru saja tadi dia memarahiku, dan sekarang?

You’re not joking, right?”

Mr. Dalton tertawa kecil, lalu ia berjalan mendekatiku, semakin dekat sehingga kusadari bahwa aku hanya setinggi dadanya yang bidang tanpa high heels-ku. Mata hijaunya menatapku lembut lalu ia meraih kedua jemari tanganku sambil berkata,

I’m not joking, Nayla, itu alasan kenapa saya harus pecat kamu.”

“Tolong cubit aku sedikit saja, aku cuma mau memastikan sedang tidak bermimpi, kalau pria yang selama ini kucintai ternyata memiliki perasaan yang sama.”

Mr. Dalton tertawa sambil memelukku hangat, “This is better than cubit, right?”

Ok, my ex-boss.

2 respons untuk ‘Dag Dig Dug #15HariNgeblogFF day 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s